TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label kalimantan barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan barat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam Gawai RAA di Betang Sauwe




Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam rangkaian acara Gawai RAA di Betang Sauwe Desa Melapi, pada tanggal 12 Juli 2016. Pasiap dilakukan oleh perempuan Dayak Taman (Anak-anak, Remaja maupun Ibu-ibu yang berpakian adat) yang membawa Aneka Kue/Makanan Ringan melewati Ruai Rumah Betang yang diberikan kepada seluruh tamu-tamu yang menghadiri Gawai Raa Lamba' Lalo Betang Sauwe "Soo Tunggan" Desa Melapi, Kapuas Hulu.
Dahulunya Pasiap dilakukan dengan cara langsung menyuapi kue ke para tamu, apabila anda hadir dalam acara tersebut pasti anda akan pulang dengan perut yang kenyang dan hati yang senang.

Support by : borndeo.com
Music by : THAMBUNESIA "CELEBRATION"

Gawai Marabut Tambang & Mangulambu, Dayak Tamambaloh Apalin Desa Banua Tengah


Support by : borndeo.com
Tambang yang berbentuk patung dan mempunyai ujung yang runcing yang terbuat dari kayu terpilh yaitu kayu ulin. Gawai Marabut Tambang yang berarti Masa duka yang relatif panjang dimana generasi almarhum/arwah yang dilaksanakan tambangnya berasal dari kasta bangsawan/samangat atau seseorang yang telah menjadi sesepuh/berpengaruh/berwibawa manakala ia meninggal akan diadakan suatu pertanda yaitu penanda yang berbentuk patung/tambang.

Marabut Tambang sangat jarang di lakukan dan ini bukan kegiatan rutin. Usia Tambang yang di cabut ini berusia 35 Tahun. Marabut Tambang tidak boleh diadakan apabila tidak dihadiri oleh satu wilayah ketemengungan.Orang yang mencabut tambang juga orang yang terpilih oleh keluarga dan tidak sembarangan, yang merupakan tua-tua adat.
Khususnya Mangulamu ialah Upacara Adat yang bermaksud untuk menghormati Roh para leluhur.

Selasa, 28 Juni 2016

Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo


Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan  kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang  saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.

Tatto di Rumah Betang Sungai Utik  dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.

Rabu, 30 September 2015

GUBERNUR KALBAR MENERIMA PENGHARGAAN MAMASI DARI MASYARAKAT DAYAK TAMAN


Support by : borndeo.com

Camera & Edited by : Deo ||   Tim Creative by : Fetro 
Sumber Berita:  http://www.radarnusantara.com/2015/09/gubernur-kalbar-dapat-penghargaan-mamasi.html

**
Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH menerima penghargaan Mamasi dari masyarakat Dayak Taman Kapuas Hulu, Minggu (27/9/2015). Penobatan dilakukan di Soo Langke atau Rumah Betang Melapi 1 Patamuan, Desa Melapi, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu." Selain arg bertahu.

Menurut Tua' Rumah Betang Melapi 1 Patamuan, Pulo' (70) menjelaskan, mamasi adalah penghargaan tertinggi yang diberikan masyarakat Dayak Taman Kapuas Hulu kepada seseorang yang dinilai punya tua, punya bobot dan bisa mengambil berkat dan karunia untuk masyarakat Dayak Taman. Dayak Taman adalah salah satu sub suku Dayak yang mendiami sepanjang pesisir hulu sungai Kapuas di Putussibau.

Kepala Desa Melapi, Rantai (46), menjelaskan, panjang Betang Melapi 1 Patamuan 220 meter, lebar 35 meter, 74 pintu, 49 kepala keluarga, serta 300 jiwa. Rantai menjelaskan, soo Langke atau rumah bentang Melapi Patamuan selesai dibangun 1943, sekarang umurnya 72 tahun dan sudah diakui sebagai cagar budaya. Dari rumah panjang beratap sirap belian, ini lahir Djeranding Abdurrahman Pahlawan Nasional yang pernah dibuang ke Boven Digoel. Juga di tempat tersebut lahir tokoh-tokoh politik Dayak seperti F.C. Palaoensoeka pendiri PPD. Tokoh pejuang PD Massuka Djanting tokoh pendiri Bentang atau Betang soo Langke. HS laurens Mangaan. Dan Drs. Massardy Kaphat.  Dijelaskan Pak Pulo' upacara Mamasi diawali penyambutan tamu yang akan diamasi di halaman Rumah Panjang dan tamu tersebut harus memotong umpang (Kayu penghalang) yang dipasang sebagai ucapan selamat datang di Rumah Panjang. 

Upacara Mamasi sendiri adalah upacara penghargaan dari seseorang atau beberapa wanita kepada pria tertentu dengan kriteria pria diantaranya pria yang ksatria, tokoh atau pemimpin yang arif bijaksana, hartawan yang dermawan. Pria tersebut pada upacara gawai besar Dayak Taman mendapat kehormatan atau kepercayaan menombak atau menyembelih hewan kurban sapi atau kerbau yang dimasukan kandang khusus atau disebut Pandung. Pria tersebut adalah pejabat tinggi yang berkunjung secara resmi ke Betang Melapi 1 Patamuan. Pria tersebut bisa saja sebagai tokoh yang berjasa kepada bangsa dan negara. 

Kata Pak Pulo' juga, prosesi mamasi dipimpin Ketua Adat dengan terlebih dahulu memasang anyaman daun enau dalam bahasa Taman Indulu amas-amas. Dilengkapi bulu burung enggang yang dianggap sebagai mahkota tertinggi. Selain mahkota juga jarat tangan dan tolang manik yang diikat di tangan pria yang di mamasi sebagai simbol kekuatan persaudaraan dan panjang umur dan kekuatan tubuh. Dilanjutkan pemberian minuman tradisional dari wanita yang mamasi kepada pria yang dimamasi dengan 7 macam minuman air garam, air jahe, buah lasa' (air asam). Air putih untuk kejernihan pikiran, maram, papa' minyak kelapa sebagai pertanda lancarnya kehidupan kita, Setelah itu dilakukan tarian bersama 
Dariya Sosoak atau tarian gembira.

Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH Mengingatkan agar menjadi dayak jangan minder, "harus punya prinsip, peluang terbuka lebar dengan didukung teknologi maju, nasib kita berubah atau tidaknya bergantung pada diri kita sendiri,"ujar Cornelis yang tanggal 19 September 2015 lalu dilantik sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)." kita sudah diberi kesempatan oleh Negara untuk maju,"ujar Cornelis lagi. (Santo)

Kamis, 03 September 2015

Tangga Keling Dayak Iban Sungai Utik, Kalimantan Barat


Support by : borndeo.com

Tangga Keling adalah nama Tangga untuk naik ke Rumah Betang yang berada di hilir Rumah Betang Sungai Utik. Kenapa disebut sebagai Tangga Keling bukan Tangga Kumang?

Intinya Tangga Keling Menggambarkan Orang yang menaiki Tangga Tersebut, jadi orang yang menaiki tangga tersebut adalah Keling dan tangga tersebut adalah Kumang yang berwujud perempuan yang dalam wujudnya tangga tersebut mempunyai buah dada.


Menurut Cerita Lama Dayak Iban,'Keling' ialah nama seorang pahlawan dan menurut legenda masyarakat Iban beliau tinggal di khayangan rumah panjang Panggau Libau Lendat Dibiau Takang Isang dan isteri beliau bernama 'Kumang' adalah dari rumah panjang Gelong Batu Nakong Nyingit Nyingong Nyimbang Nyerabang.


Keling mempunyai keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai wajah yang tampan. Sikap Keling yang utama ialah berani. Pejuang-pejuang Iban yang mendapatkan `pertolongan' daripada beliau sudah tentunya sulit untuk ditewaskan oleh musuh mereka pada saat masih berperang dahulu. Menurut masyarakat Iban seseorang yang berjumpa dengan Keling atau Kumang dalam mimpi mereka sudah pasti akan menjadikan seseorang itu berani dan menjadi pahlawan (Raja Berani).


Cerita kepahlawan dan keberanian Keling juga berbagai dan sentiasa diceritakan kepada anak-anak kecil orang Iban yang tinggal di rumah panjang. Misalnya orang-orang tua akan bercerita tentang kehebatan Keling dan bagaimana beliau menjadi seorang pahlawan yang sulit untuk ditewaskan oleh musuh, karena kesaktian dan keberaniannya.

Oleh karena itu Bagi orang Iban, nama Keling ini sangat amat dihormati dan mempunyai kaitan yang erat dengan adat istiadat dan tradisi Iban. Mungkin pada hari ini Keling dan Kumang boleh dikatakan sebagai teladan dalam masyarakat Iban, dan para leluhur mau menanamkan sikap keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai hati dan badan yang rupawan untuk kita semua generasi penerus nya.


Begitulah Nama Tangga Keling yang ada di Dayak Iban Sungai Utik terlahir ke Dunia, semoga siapa saja yang menaikinya akan terlahir jiwa dan raga Keling maupun Kumang yang baru ke Dunia yang akan mewarisi Kebijaksanaan, Keberanian, Kebaikan, Sakti, Gagah & Rupawan seperti Keling & Kumang yang Melengenda yang berasal dari Khayangan tersebut.

#dayak #iban #sungaiutik #kalimantan #Barat #kapuashulu #putussibau #indonesia #borneo #rumahpanjang #budaya

Gawai RAA Mandung Dayak Taman, Kalimantan Barat


Gawai RAA Mandung Dayak Taman Tahun 2014

Masyakat Dayak Taman Kapuas menggelar pesta Gawai RAA Mamandug di Betang RT 4, Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 sampai 19 Juni 2014. Gawai RAA Mandung kali ini, merupakan agenda ‘Mambalasi’ yang dilakukan Keluarga Ibu Sarati. Kegiatan ini dipimpin Pulo Balien, Laurensius Pulo. Pada kesempatan itu hadir Tokoh Masyarakat Desa Sayut, serta masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas Melapi I,II,III,IV dan V, Ingkotambe, Sayut, Lunsa Hilir dan Hulu. Hadir pula perwakilan Masyarakat Dayak Iban dari Malaysia.

Pada RAA Mandung ini, undangan yang datang ke lokasi kegiatan tampak menggunakan Perahu Tambe (Perahu hias khas suku Dayak). Setibanya dilokasi, bedil (meriam tradisional) pun dibunyikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa undangan telah tiba. Selanjutnya para undangan itu menggelar ‘Maliliti Pandung’ (mengitari pangung kurban). Usai maliliti pandung, mereka melakukan Pemotongan Umpang (sebuah batang kayu yang dibuat sebagai penghadang). Setelah itu, pihak keluarga yang menyelenggarakan RAA Mandung melakukan penobakan kurban yang ada di Pandung. Kemudian mereka dijamu dalam ritual ‘Pasiap’ (kaum perempuan Dayak Taman Kapuas menyuguhi makanan untuk masyarakat). Pada akhirnya, menjelang malam, pihak keluarga yang menggelar RAA Mandung melaksanakan acara ‘Siamasan’ (pertukaran dan pemasangan perangkat adat Dayak Taman Kapuas).
Pulo Balien, Laurensius Pulo mengatakan, RAA Mamandung merupakan gawai dayak yang tertinggi di suku Dayak Taman Kapuas. Mamandung kali ini adalah membalas kegiatan mamandung yang sudah dibuat oleh orang tua terdahulu. “Dalam mandung ini bahasa mamang (doa bahasa adat) berbeda dengan gawai dayak yang umum,” paparnya. 

Ia juga menjelaskan pihak keluarga terkait yang mengikuti Mandung juga dimamasi (penghargaan tertinggi pada Suku Dayak Taman Kapuas). Pada mamasi itu ada makanan, pakaian tradisional laki-laki dan perempuan yang dimasukan kedalam capan, capan itu pun dibungkus dengan kain khusus. Selain itu ada juga kurban yang dipersembahkan, kurban tersebut berupa satu ekor sapi. Setelah dibunuh, kurban itu kemudian disantap bersama oleh seluruh masyarakat yang hadir. “Kurban itu sendiri sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur,” tutup Laurensius Pulo. (Yohanes)


Rabu, 02 September 2015

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

Senin, 20 Januari 2014

Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun


Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.

Pembukaan Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia juga hadir melihat kemeriahan acara ini.

Kita juga bisa melihat keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.

Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.

Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA

Rabu, 12 September 2012

PAC (Putussibau Art Community)

PAC Siapakah mereka? Mungkin anda bingung dan bertanya tanya
Apa yang mereka lakukan?
Pesan apa yang ingin PAC sampaikan lewat karya nya? Anda pasti ingin tahu

Jiwa muda boleh liar tapi ekspresi mereka akan seni sungguh amat bersahabat dengan  tujuan yang positif. Suatu Komunitas yang mencintai seni dan mereka telah lahir dari rahim para jiwa seni di kota mungil kami. Ucapkan selamat datang untuk Mereka : " Selamat Datang PAC" berkreasi, berkreatifitas, berinovasi adalah cara mereka.

PAC ( Putussibau Art Community ) sebuah komunitas yang lahir di kota mungil  Putussibau (Kapuas Hulu) , Mereka adalah kumpulan dari pencinta seni yang  ingin terus berkarya dengan jiwa-jiwa seni , dengan jiwa seni mereka semangat ingin membangkitkan seni di daratan kota mungil yang membuat mereka tumbuh dan berkembang Putussibau Kapuas Hulu.

Sekilas tentang unsur musik yang dimainkan oleh PAC, yaitu perkusi instrumental yang terdiri dari cajon, jimbe, gamelan kecil, snare drum , 3 lead guitar dan 1 bas , diiringin 5-6 vokal grup . video ini di buat oleh salah satu komunitas photographer yang ada di Putussibau yaitu Menyadik Art, bagaimana di video ini terkonsep berbagai gabungan seni modern yang ada di Putussibau, seperti boys, skateboard, Bmx, dfreerunnning, beatbox

PAC mengajak Anda bersama membangunkan jiwa seni yang masih tertidur untuk kembali bangkit , memajukan segala seni dan budaya yang ada di kota tercinta kita ini, Putussibau (Kapuas Hulu).

writer : Awick and Deo


Jumat, 10 Agustus 2012

Karikatur BornDeo For Borneo

Indahnya suara alami serangga di pagi hari kini tergantikan degan suara bisingnya tenso dan alat berat lainnya penumbang hutan kami.
ilustrator : Restyoko Pambudi
Klik untuk Lihat Karikatur BornDeo For Borneo Lainnya 
lihat juga Video BornDeo for Borneo disini  
dan disini BornDeo for Borneo Cartoon

Sabtu, 23 Juni 2012

Nyanyian untuk "Ulu Kapuas""


Sebuah Lagu dari  Ade Tanesia  yang di persembahkan untuk seluruh masyarakat sub-etnik dayak di sepanjang anak hulu sungai Kapuas. Sebuah kenangan atas perjalanan Ade Tanesia ke Kalimantan Barat 10 tahun silam

Silahkan dengarkan lagu "Ulu Kapuas"

Ilustrasi lukisan by : Erzane N E
Tittle : Travel into the past (Dayak Iban Tribe)

Lagu : http://soundcloud.com/adetanesia2140934/uncak-kapuas
Vocal/Lyric/Song  : Ade Tanesia Pandjaitan
Translated into Iban Language by Alberto Deo Prawira & Kartini, from Sungai Utik, West Borneo
Aransement: Pram
Guitar & Percussion: Pram
Thanks to: Iwan Djola, Alberto Deo Prawira, Ibu Kartini, Pramono.


"Ulu Kapuas"

 Versi Bahasa Dayak Iban:
udah ku buae' semua utai ku, ke dalam lubuk aek'
udah ku buae' pedeh ati ku, ke babas rimbak nyaak
oh nyadi nyadi utai rangkai diempa' bala ikan
oh nyadi nyadi ae' irup pait, bala jane rusa

udah ku tunu diri empu, ba tugung pandok (Api ungun) petang
berasai renyuk tulang-tulang ku
berasai renyuk tanah ku
berasai derasanya ae darah ku
berasai se~mengat idup...ku
uda semuanya uda,..
Piyak mega direku age bedau idup

Ooooha Betara kami to' age ka idup
ooo ha Betara jaga meh tanah aek kami.
Oooo ha Betara jaga meh mega menua kami to..

Versi Indonesia:

Sudah kubuang semua milikku ke dalam sungai itu
Sudah ku buang ke pedihanku ke dalam hutan itu
Menjadi….menjadi makanan kering, para ikan
Menjadi….menjadi minuman pahit, para babi rusa

Sudah kubakar diriku
Di perapian malam
Merasakan retaknya tulang-tulangku
Merasakan retaknya tanah-tanahku
Merasakan derasnya aliran darahku
Merasakan Jiwaku
Sudah semuanya sudah
Dan aku masih tetap hidup (2x)

Oh Tuhan, kami masih ingin hidup
Oh Tuhan, Jaga tanah kami
Oh Tuhan, Jaga kampung kami

*dengarkan dan download, lagu " Ulu Kapuas". Silahkan  Daftar dulu di http://soundcloud.com untuk mendownloadnya.

Selasa, 15 Mei 2012

"Canda dan Tawa Awali Cerita Kita"


12-13 Mei 2012, Mahasiswa Kapuas Hulu (KH) yang ada di Yogyakarta telah berhasil melaksanakan sebuah acara sederhana yang bersahaja yaitu Malam Keakrabaan Mahasiswa Kapuas Hulu di Waduk Sermo, Kulon Progo. "Canda dan Tawa Awali Cerita Kita" adalah tema yang meleburkan 60 lebih peserta dan 30 lebih Panitia Makrab terbalut suasana canda dan ceria yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Tidak Biasa seperti Makrab-Makrab KH Sebelumnya, Kehadiran teman-teman dari Bandung untuk mengikuti Makrab Kapuas hulu yang dilaksanakan di Yogyakarta tersebut  memberikan sesuatu yang sangat Istimewa dan berkesan, teman-teman satu kampung halaman yaitu dari Kapuas Hulu yang ikut  memeriahkan acara makrab tersebut. Jarak tak bisa menghalangi untuk bertemu saudara satu sungai (sungai kapuas), satu jembatan (jembatan kapuas), satu asal ( kapuas hulu), semua nya satu sida ulu orang kapuas hulu :)

berkali-kali  lagi canda dan tawa menggobati kerinduan kami yang ingat akan kampung halaman. Kami berkumpul bersama, Kami bercerita bermain merangkul cita-cita yang Kami bawa ketika dahulu berangkat  meniggalkan kampung halaman Kapuas Hulu ke pulau Jawa ... untuk kelak suatu hari nanti membangun Kapuas Hulu  dengan sumber daya manusia yang berkualitas :")  dan rasa yang akan selalu melekat di hati kami adalah Sumber budaya yang selalu menjadi identitas asal kami . . .


Terima Kasih yang Spesial diucapkan Kepada :
Tuhan Yang Maha Esa
Semua Donatur 
Orang Tua Mahasiswa/i
Semua Panitia Makrab KH 2012
Semua Peserta Makrab KH 2012
Teman-Teman dari Bandung 
dan semua yg ikut serta memeriahkan acara dari awal hingga akhir
penjaga aula, penjual ice cream, penjaga parkir dan keindahaan lokasi Waduk Sermo 

silahkan gabung juga di grup facebook : HPMDKH
 IPMKH Bandung 

*Mohon Maaf apabila terjadi kesalahan kata-kata maupun pengetikan tulisan

Rabu, 11 April 2012

MAKRAB KAPUAS HULU 2012

Ketika Harus Jauh Keseberang
Merantau dan Mencari Ilmu untuk Bekal hari esok di massa depan.
Menyadik Serantau Sama asal, Kapuas Hulu Kalimantan Barat
Sutik Jembatan, Sutik Jalan
Sutik Sungai, Sutik Jalan
di sana kita di Tempa, di sana kita dibesarkan
Semangat, keyakinan, dan keberadaan kita terbentuk
Masih di pelihara kerinduan yang dalam



MAKRAB KAPUAS HULU 2012
"Canda dan Tawa Awali Cerita Kita"
Tempat : Waduk Sermo, Tanggal : Sabtu-Minggu 12-13 Mei 2012
Kontribusi Peserta Rp.50.000,-/Orang
Formulir Pendaftaran Bisa di ambil di Sekertariat
( Jl.Gejayan Gg.Wora Wari no 81, atau di Asrama Kapuas Hulu, Sewon Bantul) (BATAS Pendaftaraan terakhir s/d 27 April 2012)
Fasilitas: Sertifikat,Co Card,Makan + Coffe Break dan Transport PP

Grup on FB : HPMDKH
www.putussibau-area.blogspot.com

Selasa, 03 April 2012

Tugas Mulia "Team Jejak Pantang Iban" di Sungai Utik

Folk Tattospace dan Eternity Tatto Parlor
Sungai Utik, Kapuas Hulu
Kalimantan Barat, Desember 2011
JEJAK "PANTANG" IBAN
Tinta yang mengalir dalam darah
Mengantar pada penggalian keagungan budaya
agar mampu berdiri kokoh diatas tiang tradisi

Sungai Utik, Kapuas Hulu
Kalimantan Barat, Desember 2011

JEJAK "PANTANG" IBAN
Ink flowing in the blood
Fused with the body and soul
Led to the excavation of cultural greatness
To be able to stand firm above the poles of tradition

***
Oleh-oleh setelah team Jejak Pantang Iban menyelesaikan Tugas Mulianya :

Team Jejak Pantang Iban dan Warga Rumah Betang Sungai Utik



Video dokumenter 3 tatto artis Jogja (Hendra,Agung,Erzan) dalam pendataan design tatto dayak Iban di Sungai utik batu lintang,Kapuas hulu,KALBAR.

Kamis, 08 Maret 2012

Terdengar "Nyanyian Dayak" di Syukuran Kompas Gramedia

Syukuran Kompas Gramedia di gedung Cak Durasim, Surabaya 29 Febuari 2012 terlihat dan terdengar salah satu grup musik bernafaskan ethnic nusantara, yang memainkan lagu ciptaan mereka sendiri yaitu "Nyanyian Dayak"


alunan lembut musik seolah mengantarkan perjalanan kita ke gerbang kehidupan yang penuh dengan keindahaan hutan kalimantan dan makhluk hidup yang hidup dengan damai hingga jernihnya air yang terus mengalir dengan udara yang sejuk. Mudah-mudahan kita bisa mewariskan perjalanan kita ke generasi selanjutnya untuk kehidupan yang akan datang ke anak cucu kita sehingga mereka masih bisa melihat hijaunya hutan, sejuknya udara, jernihnya air dan ikan-ikan yang ceria hilir-mudik, dan semua isi semesta agar tidak punah dan bukan hanya cerita di kemudian hari.

dengan suara merdu dan pesona yang anggun perempuan yang menyanyikan "Nyanyian Dayak" bernama Niluh Indrawati di akhir penampilan nya mengungkapkan "pada saat kita melakukan perjalanan ke suatu tempat yang baru kita mendapatkan apresiasi baru dan ketika rasa cinta kasih timbul maka Tuhan akan memberikan jalan dengan Nada rohani yang ada"


Saya bangga dan sekaligus berterima kasih untuk mereka semua ka Niluh dan teman-teman Terima Kasih telah memperkenalkan Budaya Dayak, kalian menginspirasi banyak orang tentang warisan budaya dengan cara kalian den bermusik dan bernyanyi agar semua tetap lestari. Saya sangat suka video ini dan hampir setiap hari saya menonton dan mendengarkan nya kapanpun dan di mana pun dan saya berusah berbagi kepada siapapun yang ingin mendengarkannya berharap mereka bisa lebih peka dan peduli terhadap semesta dan budaya, sekali lagi saya sangat berterima kasih sudah menyelipkan lirik menggunakan bahasa dayak iban (jako iban) di tengah Nyanyian Dayak:

lagu Nyanyian Dayak berdurasi sekitar 6:42 menit
di saat pertengahaan (menit ke 3:50) terdengar lirik lagunya kurang lebih seperti ini


bahasa dayak iban / jako dayak iban :
Aku dayak sayau enggau bansa kuaku amai sayau..... ku kesu seput gaga ngagai semua....Serta berita manah pengelantang ati ngibun menua....Nuju semua,.....menua enggau pengeran ati .....Ngarap ke kitai nemu tuju lalau pesan aku.....Nya pengeran ati aku, .....baka pengeran ati aku ngarap ke bala kitai nemu tuju jaku lalau aku, .....ngemudi nguan pengelantang menua kitai......

terjemahan ke bahasa indonesia :
aku dayak cinta negeri ini
aku sungguh cinta damai
ku tiupkan napas kebahagian untuk semua
dan kabar gembira tentang salam perdamaian
untuk semesta
hanya dengan ketulusan hati semua akan mengerti pesan ini


terjemahan ke bahasa inggris :
I 'am dayaknese
love this country
I really love peace
I breathed a breath of happiness for all
greetings and glad tidings of peace
for the universe
only with sincerity all will understand this message


||mohon maaf kalau ada salah dalam penulisan bahasa atau kata-kata

Jumat, 30 Desember 2011

Review Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun



Banyak tempat Wisata yang mempesona dan masih alami yang masih ada, tapi bagaimana caranya harus di perkenalkan, dan menarik minat wisatawan. hal ini merupakan awal yang baik untuk memperkenalkan Wisata yang ada di daerah Kapuas Hulu agar lebih di kenal lagi nantinya dengan diadakannya Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mulai Senin (28/11) hingga Jumat (2/12) untuk mempromosikan kepada wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Taman Nasional tersebut.

Cara yang cukup berkesan yaitu mempromosikan keindahan alam lengkap dengan budaya yang ada di tempat tersebut itu merupakan hal yang alami dan menarik wisatawan yang ada, bahkan ada 1000 undangan yang hadir saat digelarnya Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun, tamu-tamu pun di ajak berkeliling di kawansan taman nasional tersebut.

Bahkan kegiatan dan perlombaan diantaranya tour crusing di kawasan Danau Sentarum, sekaligus peresmian floating haouse, pameran produk unggulan da potens pariwisata, parade lagu Dayak dan lagu Melayu, parade tari Dayak dan tari Melayu, lomba berbalas pantun, pemilihan bujang dan darah pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, lomba masakan tradisional,lomba sampan tradisional,lomba pangkak gasing, dan lomba menyumpit.(read)
sehingga para tamu dan wisatwan yang datang bisa lebih memahami kekayaan seni dan budaya serta potensi wisata yang Kapuas Hulu miliki.

Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) potensi yang dapat dilihat wisata alam,perlindungan keanekaragaman hayati, pemanfataan jasa air dan aliran air, bahkan penyelamatan lingkungan serta penyerapan karbon.
Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan. Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju Laut China Selatan. (read)

Harapan saya, semoga di tahun yang akan datang Taman Nasional yang ada di daerah Kapuas Hulu akan lebih di kenal dan di kunjungi sehingga menjadi tempat Pariwisata yang paling di minati.

Pari = Pari berarti banyak , berkali - kali, berputar – putar atau berkeliling
Wisata= berarti bepergian

jadi, jangan pernah bosan mengunjungi tempat wisata yang anda inginkan dan abadikan dengan jepretan poto atau dengan goresan tulisan walaupun sedrhana


sehingga Anda bisa saling berbagi tempat yang pernah anda kunjungi,dan orang lain akan menahan kedipan nya untuk melihat pesona tempat-tempat indah di nusantara :) seperti yang anda ceritakan

Mari berwisata dan ajak keluarga,teman dan kerabat anda
seperti yang teman saya lakukan :





Yedie Berfoto ala pengerajin tenun
Semoga lebih banyak lagi generasi yang melestarikan budaya dan alam nya

-------------------------------------------------------------------

Putussibau-area blogspot mengucapkan ::
Selamat Hari Raya Natal 2011
Selamat Tahun Baru 2012
Gong Xi Fa Cai 2012

Sejauh mana kita sudah introspeksi diri, merenungi dan memikirkan cara untuk memperbaiki dan tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan di masa yang lalu?
--------------------------------------------------------------------

Silahkan Baca Lebih Lengkap Info dan sumber di atas :


Sumber Video : liputan Ruaitv

Sabtu, 10 Desember 2011

JEJAK "PANTANG" IBAN


Tato, Simbol Diri Orang Dayak Iban
Sabtu, 8 Oktober 2011 | 03:39 WIB
Oleh: A Handoko
KOMPAS/A HANDOKO
Seorang warga rumah Rumah Betang Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menunjukkan tato pada awal September lalu. Generasi tua Dayak Iban umumnya menato hampir seluruh tubuh mereka.
Masyarakat subsuku Dayak Iban memiliki tradisi menato tubuh mereka. Selain menjadi ciri khas, tato adalah simbol keberanian masyarakat Iban. Lihatlah Klaudis Kudi (74), salah seorang generasi tua Dayak Iban, yang hampir sekujur tubuhnya berhiaskan tato. Dulu, simbol keberanian. Kini, bermakna kenangan.
Menato tubuh adalah tradisi nenek moyang kami. Saat perang suku, tato menjadi semacam tanda pengenal,î kata Kudi. Ia adalah tetua adat Dayak Iban di Kampung Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Selain Kudi, di Sungai Utik ada Antonius Kidau (73) dan Bandi (81) yang memiliki tato hampir di seluruh tubuhnya. Kudi dan Kidau menato tubuhnya saat sama-sama merantau ke beberapa tempat di Sarawak mulai sekitar tahun 1970. Bandi juga menato tubuhnya saat merantau ke Miri, Sarawak, tahun 1959.
Kidau mengatakan, dulu tato dibuat menggunakan alat sederhana, yakni jarum-jarum yang disatukan. îGoresan bergaris hanya perlu satu jarum, tetapi untuk gambar yang memiliki bidang luas perlu sedikitnya 12 jarum yang disatukan dan ujungnya dibatasi dengan benang,î katanya.
Batas benang itu dipakai untuk membatasi seberapa dalam jarum akan masuk ke kulit. Jarum-jarum yang sudah dicelupkan ke pewarna akan dipukul- pukulkan perlahan ke bidang kulit yang hendak ditato.
"Kami masih menggunakan pewarna tato yang dibuat dari jelaga lampu minyak yang dicampur dengan air tebu", kata Kidau. Untuk membuat tato, mereka perlu mengumpulkan jelaga yang sengaja mereka buat dengan menaruh seng di atas lampu minyak. Jelaga akan terkumpul di seng yang langsung terkena api dari lampu minyak.


Air tebu bercampur jelaga masih harus dikeringkan selama beberapa hari hingga menjadi kristal. Kristal hitam itu kemudian dicairkan lagi saat hendak dipakai. Luka yang dihasilkan dari jarum-jarum itu akan menjadi koreng dan ketika koreng sudah sembuh tertinggallah warna hitam sesuai pola yang digambar saat menato.
"Pertama kali ditato, badan demam selama beberapa hari. Setelah itu, setiap kali ditato masih tetap terasa sakit, tetapi tidak demam lagi. Yang paling sakit adalah tato di rusuk dan leher karena kulitnya tipis dan terasa sampai ke tulang. Tato penuh satu badan ini tidak dibuat dalam sekali menato, tetapi belasan kali," ujar Kudi menunjukkan tato di tubuhnya.
Tato juga umumnya dimiliki oleh para lelaki Iban saat ini, tetapi tidak sebanyak yang dimiliki oleh generasi tuanya. Kepala Desa Batu Lintang Raymundus Remang (46) mengatakan, menato tubuh juga memerlukan nyali karena dulu alat tato masih tradisional. "Generasi setelah saya ada juga yang masih punya tato, tetapi sudah menggunakan mesin sehingga tidak sesakit menggunakan tato tradisional," kata Remang.
KOMPAS/A HANDOKO
Rumah Betang Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada awal September lalu. Masyarakat Iban seperti halnya sub suku Dayak lainnya di Kalimantan Barat, memiliki tradisi hidup komunal di rumah betang atau rumah panjang. (lanjut baca)

*****

Folk Tattospace dan Eternity Tatto Parlor
Sungai Utik, Kapuas Hulu
Kalimantan Barat, Desember 2011
JEJAK "PANTANG" IBAN
Tinta yang mengalir dalam darah
Mengantar pada penggalian keagungan budaya
agar mampu berdiri kokoh diatas tiang tradisi

Sungai Utik, Kapuas Hulu
Kalimantan Barat, Desember 2011

JEJAK "PANTANG" IBAN
Ink flowing in the blood
Fused with the body and soul
Led to the excavation of cultural greatness
To be able to stand firm above the poles of tradition

--
Oleh-oleh setelah team Jejak Pantang Iban menyelesaikan Tugas Mulianya :


Team Jejak Pantang Iban dan Warga Rumah Betang Sungai Utik


Video dokumenter 3 tatto artis Jogja (Hendra,Agung,Erzan) dalam pendataan design tatto dayak Iban di Sungai utik batu lintang,Kapuas hulu,KALBAR.

Selasa, 15 November 2011

Nyasar ke Opera Van Java Trans 7

Opera Van Java - Pendekar Mabuk Kepayang (1-6)


Mahasiswa UKDW yogyakarta asal Kalimantan Barat Masuk Opera Van Java,Trans 7

ga ada angin ga ada hujan
tiba-tiba orang gondrong dan aneh di panggil ke panggung OVJ,
oleh Dalang Parto karena si gondrong mirip Mandra (artis dari Betawi)
bisa jadi nih Mandra KW 100 dari Kalimantan Barat ??
*mudah-mudahan rezekinya bisa sama deh, Amin :)

ini pertama kali si gondrong celana bolong nongol di Tivi,
dan dia melihat mahkluk cahaya seperti lampu camera yang lagi menyorot wajah nya
walaupun cuman beberapa detik yg berubah menjadi menit saat dia nongol
mungkin bagi sebagian orang itu biasa, tapi buat si gondrong hal yang bukan biasa
*Indae.. Apai... anak mu masuk tivi
(Indae adalah Ibu, dan Apai adalah Ayah dalam bahasa Dayak Iban)

wah ... wah walaupun sedikit Grogi, kutu-kutu di rambut si gondrong juga ikut grogi saat itu
*pada ganjen make-up dan gatal mau ikut nongol di tivi jadi beken
baru sedikit aja, dah gemetaran sama keringat dingin, harap maklum orang desa nih :)
gak pernah masuk yang beginian
*tetangga atau teman-teman yang nonton si gondrong saat itu pasti tahu,
kertas yg di pegang ikut getar-getar

haha, walaupun demikian dengan ke PeDe an tingkat Dewa
si Gondrong improvisasi untuk melucu dan menghibur saat itu, biar yang nonton jadi seger
walaupun nongol cuman segment satu doang :)
kesempatan dan pengalaman yang natural tidak di sia-siakan


*dan saya juga lihat muka si gondrong masuk di layar kaca, konyol juga tapi cukup mengesankan
rupanya si konyol gondrong pakai celana bolong itu adalah pemuda desa,yang ada di cermin setiap saya bangun pagi orang itu slalu ada di situ.
bukan pembersih ketek deodorant, tapi cukup deo aja, heeee

*terima kasih semua buat teman-teman yg dah pada liat,
setelah hari itu muka pas-pasa an si gondrong nongol di OVJ trans 7
Ibu kost, penjaga parkir,ibu bapak yg lagi lewat, teman saya-teman adik saya,
pada nanya-nanya dan sudah kasi komentar di facebook dan twitter
Ya mudah-mudahan ke Instan nan saya tidak membuat saya jadi BESAR KEPALA mengembang seperti Mie rebus, yang siap santap 5 menit jadi

mudah-mudahan ada seorang produser yg lagi baca tulisan ini dan berselera makan mie bareng saya, si gondorong celana bolong dari desa munggil putussibau :)
untuk ngobrolin next job
siapa tahu aja, ya kan ??
*tetap ngarep :)


buat teman-teman STUDY TOUR TI UKDW 2011 Terima Kasih Banyak


Sabtu, 11 Juni 2011

Diskusi Film "BATAS" & Cerita Dari Tapal Batas



Cerita Dari Tapal Batas (Official Trailer)


9 juni 2011, di kampus UKDW yogyakarta diskusi Film Batas & Cerita Dari Tapal Batas

diskusi bersama sutradara film Batas : Rudi Soedjarwo , dan beberapa pemain Film Batas
Piet Pagau, Jajang C. Noer, dan Marcell Domits

film yang diproduseri oleh Marcella Zalianty,berkisah tentang daerah perbatasan di pedalaman kalimantan yang memiliki pola kehidupannya sendiri, mereka tidak terlalu peduli tentang kawasan batas negara.mereka hidup dengan kesadaran wawasan budaya dayak yang tidak terpisahkan oleh demokrasi batas politik.

karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa di pisahkan dengan adat isiadat setempat peristiwa kehidupan manusia yang melanggar adat dan mampu menyengsarakan sesamanya tergelar jelas di depan mata.

tepatnya desa pedalaman di wilayah Entikong sana, sebuah tempat yang masih dikelilingi hutan lebat, dimana garis batas antara dua negara Indonesia—Malaysia faktanya hanya ditandai dengan sebuah patok kayu yang bersimbolkan angka-angka.

“Batas” bukan soal meributkan perbatasan antara kedua negara, tetapi menunjukkan apa yang terjadi di sebuah desa yang tempatnya hanya beberapa kilo dari garis batas, ketika seseorang yang asing masuk kemudian mencoba mendobrak batasan yang selama ini ada, menekankan keinginannya untuk mengubah kenyataan. Walau jalan menuju perubahan itu memang tidaklah mudah.

Film ini ingin menceritakan banyak hal, termasuk juga menyinggung ketimpangan yang teramat jelas (walau tidak diperlihatkan secara langsung tetapi bisa dibayangkan lewat pembicaraan antara Jaleshwari dan Adeus) di antara kedua sisi perbatasan, sampai-sampai orang desa, termasuk Adeus bilang negeri seberang itu bagaikan “surga”, dari situ kita bisa membayangkan sendiri perbedaan itu, tidak perlu digambarkan

Film tersebut memanjakan mata tapi sanggup bercerita lebih dan menyentuh kepekaan akan BATAS.

Diskusi dan pembuatan Film ini,
menyentuh kepekaan dan saudara kita yang ada di perbatasan.
dengan segala keterbatasan mereka tetap bangkit
terus berjuang untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.
untuk setiap jengkal tanah, dan darah para leluhur.

pada saat diskusi film tersebut,
di antara para teman teman
dari belakang, saya tunjuk tangan
saya bertanya dengan grogi tapi hati ini memberanikan diri
(mungkin Betara mengirimkan saya pada hari itu, harus berada di tempat diskusi tersebut)

terima kasih ka Jubata,Betara dan Allah ta'ala ( yg berarti TUHAN)
"Bicara tentang BATAS, di BORNEO ( khusus nya kalimantan barat) bukan hanya ada satu daerah perbatasaan, seperti Puring Kencana yg berbatasan dengan malaysia.Apakah ada keinginan/kelanjutan untuk menceritakan BATAS BATAS lain di daerah Borneo",????
saya juga meminta Piet Pagau Beracting bersama pa adeus pada saat scene Panglima melempar air kepada pa adeus, (menurut saya adegan tersebut mebakar keberanian )

dan saya tak lupa mengucapkan terima kasih atas produksinya film BATAS, karena telah menyentuh dan melatih kepekaan ;_; saya dan semua orang, yang makin cinta dengan Indonesia.
beitulah bunyi pertanyaan nya, dengan intonasi sedikit malu malu,alias gemetaran....


pertanyaan saya pun di jawab,
oleh pa Rudi Soedjarwo " mungkin kalau film nya di buat di daerah kapuas hulu mungkin keadaannya berbeda,dan karena Marcella Zalianty di undang ke Sanggau, ya jadi film nya di produksi di daerah tersebut ( entikong)."

terus apai Piet Pagau Beracting bersama pa adeus pada saat scene Panglima melempar air kepada pa adeus,pa piet pagau bersama pa adeus menghadap ke saya, menatap dan beracting,
Wahhh saya seperti berada di atmosfer yang membuat saya terdiam kagum...

Piet pagau pun bertanya kepada saya,

Piet Pagau :nemu jako iban? // bisa bahasa iban ?
saya : nemu, apai ku urang lanjak, indai ku urang sungai utik // bisa, ayah saya orang lanjak, ibu saya orang sungai utik

terus saya pun di suruh maju kedepan dan duduk bersama sebaris dan sejajar, jarak hanya 3 jari
( seperti mimpi saja,kemarin saya nonton film batas, dan hari ini saya bisa duduk bersama bintang filmnya)
saya masih seperti tidak percaya dan ingin bangun dari tidur...
tapi itu bukanlah mimpi, dan aku duduk bersebelahan dengan Piet pagau,
dan sempat ngobrol sedikit,
biar abadi kisah nya saya tuliskan di blog ini ( Tulisan Anda Menentukan Hidup Anda)
dan biar abadi momen visual nya saya meminta foto bersama dengan Piet Pagau,..(biar nanti potonya di cetak dan dikirim ke kampung halaman)
dan biar abadi, 20 menit berharga dan tak pernah terlupakan di hidup saya,
saya simpan moment berharga di memory hati dan hardisk computer di rumah :)


--- The Real Story ----- diperankan dan ditulis oleh orang empunya blog ----------

sebelum nya 2 tahun terakhir ( 2010-2011)
saya sudah Nonton Film yang berlokasi di Kalimantan ( karena saya cinta film indonesia)
yaitu "3 pejantan tanggung" dan "BATAS" 2 film tersebut mengisahkan sebagian kehidupan yang ada di Kalimantan,dengan benang merahnya masisng masing, film ini di sajikan dengan tujuan yang melatih kepekaan kita.

kalau film "3 pejantan tanggung" sudah saya tuliskan di blog yang lalu.
kalau yang ini(BATAS) membahasa tentang tapal batas,
yang saya tahu,perbatasan khususnya kalimantan barat dengan malaysia memiliki banyak sekali permasalahan yang ada di dalam nya.

jauh di sana,
saya pernah berkunjung di daerah Puring Kencana ( tahun 2008)

"Puring Kencana sendiri berbatasan dengan beberapa daerah di Malaysia seperti Sri Aman, Lubok Antu dan Batu Lintang. Untuk sampai ke Batu Lintang dengan berjalan kaki hanya memakan waktu satu setengah jam.Berbeda dengan perjalanan dari pusat kota Kabupaten Kapuas Hulu ke pusat kecamatan yang jika musim hujan bisa memakan waktu hingga dua hari. ”Kalau cuaca bagus normalnya sih 10 jam,” ujarnya.Menurutnya, kondisi masyarakat Puring Kencana yang di pengaruhi oleh tatanan kehidupan di Sarawak Malaysia, selain disebabkan oleh sebagian besar keutuhan masyarakat perbatasan sangat tergantung pada negara tersebut, juga letak yang memungkin untuk mereka melakukan kegiatan perekonomian sehubungan dengan persamaan ras yaitu sama-sama suku Dayak Iban.
Bahkan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia yang hidup di sekitar perbatasan masih terdapat hubungan darah yang sangat dekat dan sulit dipisahkan, saling kunjung mengunjungi antara sesama mereka sudah lazim dilakukan setiap hari."

di pedalaman desa yang langsung berbatasan dengan negara tetangga, mempunyai masalah-masalah yang sering di temukan, Pendidikan (gedung sekolah dan pengajar yang belum memadai, bahkan mereka ada yg bersekolah ke luar perbatasan(negara tetangga) dgn tersedia nya asrama dan beasiswa yg di berikan) bahan pangan yang harus belanja di negara tetanga (lebih dekat dan akses jalan lebih mudah dan menggunakan Ringgit Malaysia), Transportasi (jalan yang jauh daerah yang paling ujung,keadaan jembatan yang rusak, kalau hujan lebat, banjir tak bisa di hindari bahkan jembatan terkadang hanyut.tunggu banjirnya sudah sedikit surut baru bisa melewati seberang jalan. Dan kalau nekat, motor bahkan di jinjing untuk menyebrang.batu naik bukit nya besar-besar, saya ingat ketika jatuh naik motor pada saat pulang membeli minuman kaleng ke warung sore hari, pada saat menanjak bukit saya menabrak batu besar dan jatuh. motor rusak dengan stang depan bengkok lampu depan pecah, saya luka dan hampir tulang saya yg kurus ini patah, untung saja, Betara( Tuhan) masih menyelamatkan saya dan memberi nafas.)

Penerangan ( listrik yang belum ada), hanya pakai genset atau tenaga matahari untuk pribadi
Kesehatan (Posyandu yang kurang di perhatikan, dan para tenaga kesehatan perawat nya Bidan atau Mentri Kesehatan)

read : Mayoritas Warga Puring Kencana Beridentitas Jiran

------------- catatan ----------------------

degupan jantung para leluhur lebih dulu lahir dan terdengar,daripada sejengkal perbatasan. Adat yang masih amat erat dengan kehidpuan suku dayak, menyatukan mereka dan mereka masih punya Sumber Daya Budaya,Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Alam yang masih amat utuh. Menurut saya, jangan sampai saudara kita yg ada di perbatasan melihat negara tetanga lebih indah dan pindah kesana. warga di perbatasan banyak sekali godaan nya, ya kalau di negara tetangga Pendidikan,Transportasi,Kesehatan,bahan pangan tersedia,.
hear,help,heal, mereka.


---------------- info lebih lengkap tentang film BATAS --------------


http://www.filmbatas.com
@LewatiBatasmu on twitter


Cerita Dari Tapal Batas (Official Trailer) :

Genre : Feature-Length Documentary (58 min)
Produksi : Keana Production & Communication
Sutradara : Wisnu Adi
Produser : Ichwan Persada
Executive Producer : Marcella Zalianty
Narator : Darius Sinathrya
Theme Song : "Menjadi Indonesia" - Efek Rumah Kaca

Sabtu, 08 Januari 2011

"3 pejantan tanggung"


Bertemu lagi dengan Tulisan sederhana dan kadang kadang buat bingung,
Tulisan saya kali ini tentang sebuah Filem yang saya tonton
Pasti anda suka nonton filem kan, Cinta produk dalam Negeri, Ya nonton Filem Indonesia donk :)
kan kita orang Indonesia
jadi kepengen ngShare aja nih ma Pembaca sekalian,
Filem seru, lucu, gak ada duanya deh pokonya, menarik untuk di tonton
Kenapa menarik, .....
mari silahkan duduk yang manis ,ambil cemilan trus lanjut baca :)

Kemarin 6 januari 11' awal bulan nih ceritanya dompet lagi senyum
saya sama teman, abis nonton Filem nih tentang alam, keindahaan alam borneo judulnya "3 pejantan tanggung"
filem perdana yang saya tonton di bioskop awal tahun 2011( walaupaun filemnya tayang perdana akhir desember kemarin)
** habis jarang2 lho filem tentang Borneo,dan Syutingnya di Kal-Tim
Anda Sudah Nonton blum, Nonton deh seblum kelewatan??
heee ^^


karna saya lahir di tanah Borneo, yang juga di sebut paru-paru dunia.
rasanya rugi kalau saya melewatkan filem "3 pejantan tanggung",
karna rasa bangga akan keunikan budaya dan keindahan alam di kalimantan/ borneo
saya hanyalah pemuda desa yang tumbuh dan berkembang di daerah paling ujung Kalimantan Barat,yaitu Putussibau.
yang Rindu akan Setiap Sudut Kampung Halaman :)
kampung Halaman mengajarkan banyak hal, Kehidupan Hutan atau Rimba, tentunya bukanlah kehidupan yang Primitif
Pengetahuan yang di dapat hingga bertelur menjadi Prestasi, menjadi sarjana kelak suatu hari nanti
itu harapan orang tua kami, yang ada di kampung halaman Borneo saat nanti kami kembali.
jengkal demi jengkal tanah borneo yang mengigatkan kami untuk pulang
Dan ketika kembali masih melihat Kesuburan Hutan yang di Sirami dengan Cinta


Singkat cerita nih sekilas tentang filem drama komedi "3 Pejantan Tanggung"
filem yang di perankan oleh 3 orang pemuda (Ringgo , Desta,Dennis ).
Siti Anizah sebagai anak kepala suku
Kepala Suku : tidak ketinggalan seorang yang dah saya tunggu2 acting nya yang diperankaln oleh Piet Pagau, dengan ciri khas nya kumis tebal dan tatto di atas kedua lengannya,yang berwibawa dan tegas.

Sekilas Cerita nya nih :

Aksi 3 pemuda membuat geger sebuah desa di daerah Kalimantan. Mereka Adalah Angga (Desta), Kris (Dennis Adishwara), Harta (Ringgo Agus Rahman). Mereka sudah bersahabat sejak lama. Saat mereka akan menempuh siding skripsinya, 2 minggu sebelumnya mereka bersenang-senang untuk melepas penat di sebuah club. Ketiganya mabuk-mabukkan sampai akhirnya ketika mereka terbangun sadar sudah berada di sebuah perahu di atas perairan yang luas.
Ya, mereka kini berada di Kalimantan! Mereka pun saling bertanya tanpa ada yang bisa memberi jawaban yang pasti. Mereka tidak tinggal diam, dengan menepi dan menyusuri hutan belantara mereka berharap menemukan jalan keluar, namun justru mereka bertemu dengan suku Dayak. Mereka pun ditawan di perkampungan Dayak. Bukannya memelas untuk dibebaskan, justru mereka membuat kekacauan ketika tidak sengaja membakar gubuk milik kepala suku. Mereka pun ditahan sampai bisa menyelesaikan memperbaiki gubuk tersebut.
Masalah semakin bertambah ketika Handoyo (Joe Project Pop) seorang pengusaha yang ingin membeli tanah di pemukiman Dayak dengan mempengaruhi 3 pemuda konyol itu untuk menculik gadis cantik anak dari kepala suku.
Iqbal Rais yang telah sukses dengan film-film komedinya kembali menyuguhkan tontonan komedi segar. Lewat 3 Pejantan Tanggung ini, Iqbal mampu mempertahankan kualitasnya sebagai sutradara yang saat ini masih mantab di jalur komedi. Banyolan-banyolan serta kekonyolan dari Desta, Ringgo, dan Dennis mampu digambarkan dengan baik. Tak pelak berbagai adegan maupun dialog-dialog mereka pun berhasil mengocok perut penontonnya.

Syuting yang dilakukan langsung di tanah Kalimantan ini juga cukup memanjakan penontonnya dengan berbagai pemandangan indah ala Kalimantan. Mulai dari hutan lebat, sungai, sampai air terjun terekam dengan baik. Tak hanya itu, meskipun film produksi Rapi Film ini mengedepankan berbagai adegan komedi, namun 3 Pejantan Tanggung juga menyisipkan berbagai pesan positif kepada penontonnya.

(
informasi film dengan http://m.21.cineplex.com)
------------------------------------------------------------------------------------
Pesan yang saya dapat dari sebuah Filem ini hingga membuat saya terharu sekaligus bangga dengan Kehidupan dan Kebudayaan di Borneo.

cerita nya mengisahkan tentang kehidupan suku dayak dengan alam di tanah borneo
mempertahannkan tanah borneo yang kaya akan kekayaan alam dan kebudayaannya
hutan yang mengajarkan banyak hal, ketulusaan dan kesetian.
mengajarkan keseimbangan kehidupan antara manusia dengan alam yang harus di jaga, tentunya harus bersahabat.

Mungkin dah keseringan saya tulis pesan ini di blog saya, yang pernah baca mungkin bosan :)
tapi sayangnya saya gak pernah bosan mengigatkan kepada kita semua
Bersama sama
Mari menjaga dan melestarikan hutan agar tidak punah
Contohnya mari kita menanam pohon, tidak mencemari air sungai, memberi Sosialisai bagi masyarakat yang tinggal di dekat hutan, mencegah ilegal loging atau mencegah perkebunan sawit mungkin?

tentunya bukan hari ini hasil yang kita dapatkan, dan bukan kita yang merasakan perubahaan nya
tapi besok, generasi selanjutnya
anak cucu kita yang merasakan bermain dan berlari lari di hijaunya hutan, menghirup segarnya udara, menggengam pasir yang putih, berenang di air yang bersih jernih.berteduh di pohon yang besar dan rindang, dengan senyum dan keceriaan nya.
dan masih bisa melihat burung Engang, Orang Utan, rusa atau bahkan kura kura.

--------------------------------------------------
abis nonton filem "3 Pejantan Tangguh", langsung deh saya kirim wall ke facebook Amai Piet Pagau.
**berharap di balas tentunya :) heee
lumayan Wall nya di Like, makasih ya Amai ^^

ngak salah kan kalau saya bermimpi
orang orang besar di awali dengan mimpi yang besar
mudah2an suatu hari nanti, bisa ketemu dan ngobrol duduk semeja dan ngopi bersama Piet Pagau
hee :)

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)