TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label Dayak Iban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayak Iban. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2015

Tangga Keling Dayak Iban Sungai Utik, Kalimantan Barat


Support by : borndeo.com

Tangga Keling adalah nama Tangga untuk naik ke Rumah Betang yang berada di hilir Rumah Betang Sungai Utik. Kenapa disebut sebagai Tangga Keling bukan Tangga Kumang?

Intinya Tangga Keling Menggambarkan Orang yang menaiki Tangga Tersebut, jadi orang yang menaiki tangga tersebut adalah Keling dan tangga tersebut adalah Kumang yang berwujud perempuan yang dalam wujudnya tangga tersebut mempunyai buah dada.


Menurut Cerita Lama Dayak Iban,'Keling' ialah nama seorang pahlawan dan menurut legenda masyarakat Iban beliau tinggal di khayangan rumah panjang Panggau Libau Lendat Dibiau Takang Isang dan isteri beliau bernama 'Kumang' adalah dari rumah panjang Gelong Batu Nakong Nyingit Nyingong Nyimbang Nyerabang.


Keling mempunyai keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai wajah yang tampan. Sikap Keling yang utama ialah berani. Pejuang-pejuang Iban yang mendapatkan `pertolongan' daripada beliau sudah tentunya sulit untuk ditewaskan oleh musuh mereka pada saat masih berperang dahulu. Menurut masyarakat Iban seseorang yang berjumpa dengan Keling atau Kumang dalam mimpi mereka sudah pasti akan menjadikan seseorang itu berani dan menjadi pahlawan (Raja Berani).


Cerita kepahlawan dan keberanian Keling juga berbagai dan sentiasa diceritakan kepada anak-anak kecil orang Iban yang tinggal di rumah panjang. Misalnya orang-orang tua akan bercerita tentang kehebatan Keling dan bagaimana beliau menjadi seorang pahlawan yang sulit untuk ditewaskan oleh musuh, karena kesaktian dan keberaniannya.

Oleh karena itu Bagi orang Iban, nama Keling ini sangat amat dihormati dan mempunyai kaitan yang erat dengan adat istiadat dan tradisi Iban. Mungkin pada hari ini Keling dan Kumang boleh dikatakan sebagai teladan dalam masyarakat Iban, dan para leluhur mau menanamkan sikap keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai hati dan badan yang rupawan untuk kita semua generasi penerus nya.


Begitulah Nama Tangga Keling yang ada di Dayak Iban Sungai Utik terlahir ke Dunia, semoga siapa saja yang menaikinya akan terlahir jiwa dan raga Keling maupun Kumang yang baru ke Dunia yang akan mewarisi Kebijaksanaan, Keberanian, Kebaikan, Sakti, Gagah & Rupawan seperti Keling & Kumang yang Melengenda yang berasal dari Khayangan tersebut.

#dayak #iban #sungaiutik #kalimantan #Barat #kapuashulu #putussibau #indonesia #borneo #rumahpanjang #budaya

Gawai RAA Mandung Dayak Taman, Kalimantan Barat


Gawai RAA Mandung Dayak Taman Tahun 2014

Masyakat Dayak Taman Kapuas menggelar pesta Gawai RAA Mamandug di Betang RT 4, Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 sampai 19 Juni 2014. Gawai RAA Mandung kali ini, merupakan agenda ‘Mambalasi’ yang dilakukan Keluarga Ibu Sarati. Kegiatan ini dipimpin Pulo Balien, Laurensius Pulo. Pada kesempatan itu hadir Tokoh Masyarakat Desa Sayut, serta masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas Melapi I,II,III,IV dan V, Ingkotambe, Sayut, Lunsa Hilir dan Hulu. Hadir pula perwakilan Masyarakat Dayak Iban dari Malaysia.

Pada RAA Mandung ini, undangan yang datang ke lokasi kegiatan tampak menggunakan Perahu Tambe (Perahu hias khas suku Dayak). Setibanya dilokasi, bedil (meriam tradisional) pun dibunyikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa undangan telah tiba. Selanjutnya para undangan itu menggelar ‘Maliliti Pandung’ (mengitari pangung kurban). Usai maliliti pandung, mereka melakukan Pemotongan Umpang (sebuah batang kayu yang dibuat sebagai penghadang). Setelah itu, pihak keluarga yang menyelenggarakan RAA Mandung melakukan penobakan kurban yang ada di Pandung. Kemudian mereka dijamu dalam ritual ‘Pasiap’ (kaum perempuan Dayak Taman Kapuas menyuguhi makanan untuk masyarakat). Pada akhirnya, menjelang malam, pihak keluarga yang menggelar RAA Mandung melaksanakan acara ‘Siamasan’ (pertukaran dan pemasangan perangkat adat Dayak Taman Kapuas).
Pulo Balien, Laurensius Pulo mengatakan, RAA Mamandung merupakan gawai dayak yang tertinggi di suku Dayak Taman Kapuas. Mamandung kali ini adalah membalas kegiatan mamandung yang sudah dibuat oleh orang tua terdahulu. “Dalam mandung ini bahasa mamang (doa bahasa adat) berbeda dengan gawai dayak yang umum,” paparnya. 

Ia juga menjelaskan pihak keluarga terkait yang mengikuti Mandung juga dimamasi (penghargaan tertinggi pada Suku Dayak Taman Kapuas). Pada mamasi itu ada makanan, pakaian tradisional laki-laki dan perempuan yang dimasukan kedalam capan, capan itu pun dibungkus dengan kain khusus. Selain itu ada juga kurban yang dipersembahkan, kurban tersebut berupa satu ekor sapi. Setelah dibunuh, kurban itu kemudian disantap bersama oleh seluruh masyarakat yang hadir. “Kurban itu sendiri sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur,” tutup Laurensius Pulo. (Yohanes)


Rabu, 02 September 2015

Born DEO for BORNEO

This life is an episode. We only have 3 episodes of life: yesterday, today and tomorrow. 2 minute video "Born DEO for BORNEO" please see the video at:

is a special episode of the children born from the womb of a mother on the island of Borneo.
dedicated to the ancestors in the jungle wherever located, from the Amazon jungle to the jungle of Borneo and all ancestors throughout the universe. The rain forest is the most precious treasure for our earth. 5 lungs of the world: the Amazon Forest, the Kinabalu National Park, Sapo National Park, Forest Alaska, Daintree. we did not inherit this universe than our ancestors, but borrow it from our children, then we have to return it intact. I'll see you again, if tomorrow will never come, then life just today and yesterday. 

hidup ini adalah sebuah Episode. kita hanya mempunyai episode hidup 3 hari saja: kemarin, hari ini dan besok. Video 2 menit "Born DEO for BORNEO" merupakan episode spesial dari seorang anak yang terlahir dari rahim seorang Ibu di pulau Borneo. di Persembahkan untuk para leluhur di rimba di manapun berada dari rimba Amazone sampai rimba Borneo dan semua leluhur di seluruh penjuru Alam semesta. Hutan hujan ialah harta yang paling berharga buat bumi kita. 5 paru-paru dunia : Hutan Amazone, Taman Nasional Kinabalu, Taman Nasional Sapo, Hutan Alaska, Daintree. kita tidak mewarisi alam semsesta ini dari para leluhur kita, tapi meminjamnya dari anak cucu kita, maka kita harus mengembalikannya secara utuh. sampai jumpa lagi jika hari besok tak akan datang, maka hidup hanya hari ini dan kemarin

BORN FOR THIS || BORNDEO.COM


Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga  DAYAK IBAN  di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

Selasa, 01 September 2015

MY TREE MY LIFE MY FAMILY



POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia

Senin, 20 Januari 2014

Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun


Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.

Pembukaan Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia juga hadir melihat kemeriahan acara ini.

Kita juga bisa melihat keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.

Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.

Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)