TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU
hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label DAYAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAYAK. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Maret 2017
PLBN Badau Kalimantan desain Arsitektur bergaya Rumah Panjang Dayak
Pembangunan Gedung PLBN Badau ini mengusung budaya lokal Kalimantan dengan mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Panjang, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building).
Rabu, 05 Oktober 2016
Nyanyian : Anak-anak Sungai Utik (Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai)
Support by : borndeo.com
Kami Anak-anak Sungai Utik
di besarkan dar Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii....... Sungguh Gembira.
di besarkan dar Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii....... Sungguh Gembira.
Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai
Demi UNTUNG Sementara.
Demi UNTUNG Sementara.
Label:
Budaya,
DAYAK,
Iban,
kapuas hulu,
masyarakat adat,
putussibau,
Sungai Utik
Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam Gawai RAA di Betang Sauwe
Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam rangkaian acara Gawai RAA di Betang Sauwe Desa Melapi, pada tanggal 12 Juli 2016. Pasiap dilakukan oleh perempuan Dayak Taman (Anak-anak, Remaja maupun Ibu-ibu yang berpakian adat) yang membawa Aneka Kue/Makanan Ringan melewati Ruai Rumah Betang yang diberikan kepada seluruh tamu-tamu yang menghadiri Gawai Raa Lamba' Lalo Betang Sauwe "Soo Tunggan" Desa Melapi, Kapuas Hulu.
Dahulunya Pasiap dilakukan dengan cara langsung menyuapi kue ke para tamu, apabila anda hadir dalam acara tersebut pasti anda akan pulang dengan perut yang kenyang dan hati yang senang.
Support by : borndeo.com
Label:
Adat,
Budaya,
DAYAK,
gawai dayak,
kalimantan barat,
kapuas hulu,
putussibau,
sauwe,
taman kapuas
Gawai Marabut Tambang & Mangulambu, Dayak Tamambaloh Apalin Desa Banua Tengah
Tambang yang berbentuk patung dan mempunyai ujung yang runcing yang terbuat dari kayu terpilh yaitu kayu ulin. Gawai Marabut Tambang yang berarti Masa duka yang relatif panjang dimana generasi almarhum/arwah yang dilaksanakan tambangnya berasal dari kasta bangsawan/samangat atau seseorang yang telah menjadi sesepuh/berpengaruh/berwibawa manakala ia meninggal akan diadakan suatu pertanda yaitu penanda yang berbentuk patung/tambang.
Marabut Tambang sangat jarang di lakukan dan ini bukan kegiatan rutin. Usia Tambang yang di cabut ini berusia 35 Tahun. Marabut Tambang tidak boleh diadakan apabila tidak dihadiri oleh satu wilayah ketemengungan.Orang yang mencabut tambang juga orang yang terpilih oleh keluarga dan tidak sembarangan, yang merupakan tua-tua adat.
Khususnya Mangulamu ialah Upacara Adat yang bermaksud untuk menghormati Roh para leluhur.
Label:
Benua Tengah,
Budaya,
DAYAK,
Gawai,
kalimantan barat,
putussibau,
Tamambaloh
Selasa, 28 Juni 2016
BUKIT TILUNG JALAN PARA ROH LELUHUR KE SURGA (BATANG MANDAI)
Support by : borndeo.com
Youtube by : youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo
Bukit Tilung mempunyai tinggi 1.112 meter dari permukaan laut dan terletak di Desa Nanga Raun di Kabupaten Kapuas Hulu. Desa Nanga Raun berada di aliran sungai Manday yang di diami oleh suku Dayak Orung Da'an.
Ada sebuah kepercayaan dari suku Dayak Orung Da'an, bahwa di bukit Tilung konon para arwah orang Dayak yang meninggal akan berkumpul di Bukit Tilung untuk menuju jalan ke Surga, dan cerita ini sama dengan Dayak Iban di Sarawak konon para leluhur mereka turun dari Bukit Tilung maka ketika mereka meninggal arwah mereka akan kembali lagi menuju ke Bukit Tilung bersama Para Leluhurnya.
Dayak di Kapuas Hulu ( Group Banuaka : Taman, Kalis, Peniung, Tamambaloh, dsb) juga berkiblat ke Bukit Tilung. Dalam Kepercayaan Suku Taman Kapuas, orang yang telah meninggal maka mereka tarikan dan diiringi taba (instrumen kematian) agar arwah nya samapi ke Bukit Tilung.
Label:
batang mandai,
bukit tilung,
DAYAK,
Dayak Kalimantan,
Iban,
kapuas hulu,
putussibau
Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo
Support by : borndeo.com
Youtube by : youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo
Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.
Tatto di Rumah Betang Sungai Utik dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.
Kamis, 03 September 2015
Gawai RAA Mandung Dayak Taman, Kalimantan Barat
Gawai RAA Mandung Dayak Taman Tahun 2014
Video by : youtube.com/deofighting
Masyakat Dayak Taman Kapuas menggelar pesta Gawai RAA Mamandug di Betang RT 4, Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 sampai 19 Juni 2014. Gawai RAA Mandung kali ini, merupakan agenda ‘Mambalasi’ yang dilakukan Keluarga Ibu Sarati. Kegiatan ini dipimpin Pulo Balien, Laurensius Pulo. Pada kesempatan itu hadir Tokoh Masyarakat Desa Sayut, serta masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas Melapi I,II,III,IV dan V, Ingkotambe, Sayut, Lunsa Hilir dan Hulu. Hadir pula perwakilan Masyarakat Dayak Iban dari Malaysia.
Pada RAA Mandung ini, undangan yang datang ke lokasi kegiatan tampak menggunakan Perahu Tambe (Perahu hias khas suku Dayak). Setibanya dilokasi, bedil (meriam tradisional) pun dibunyikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa undangan telah tiba. Selanjutnya para undangan itu menggelar ‘Maliliti Pandung’ (mengitari pangung kurban). Usai maliliti pandung, mereka melakukan Pemotongan Umpang (sebuah batang kayu yang dibuat sebagai penghadang). Setelah itu, pihak keluarga yang menyelenggarakan RAA Mandung melakukan penobakan kurban yang ada di Pandung. Kemudian mereka dijamu dalam ritual ‘Pasiap’ (kaum perempuan Dayak Taman Kapuas menyuguhi makanan untuk masyarakat). Pada akhirnya, menjelang malam, pihak keluarga yang menggelar RAA Mandung melaksanakan acara ‘Siamasan’ (pertukaran dan pemasangan perangkat adat Dayak Taman Kapuas).
Pulo Balien, Laurensius Pulo mengatakan, RAA Mamandung merupakan gawai dayak yang tertinggi di suku Dayak Taman Kapuas. Mamandung kali ini adalah membalas kegiatan mamandung yang sudah dibuat oleh orang tua terdahulu. “Dalam mandung ini bahasa mamang (doa bahasa adat) berbeda dengan gawai dayak yang umum,” paparnya.
Ia juga menjelaskan pihak keluarga terkait yang mengikuti Mandung juga dimamasi (penghargaan tertinggi pada Suku Dayak Taman Kapuas). Pada mamasi itu ada makanan, pakaian tradisional laki-laki dan perempuan yang dimasukan kedalam capan, capan itu pun dibungkus dengan kain khusus. Selain itu ada juga kurban yang dipersembahkan, kurban tersebut berupa satu ekor sapi. Setelah dibunuh, kurban itu kemudian disantap bersama oleh seluruh masyarakat yang hadir. “Kurban itu sendiri sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur,” tutup Laurensius Pulo. (Yohanes)
Rabu, 02 September 2015
Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights] #IBAN
Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights]. Beserakup sereta besaup Ngetan Ke Menua.
Big Thank you for everyone you're the best, God Bless.Cameraman : Deo & Ricky. Edited by : Deo Music by :Terra Sacra Time Lapses - Sacred Earth Around the World #Iban #DayakIban #Kalimantan #Sarawak #Borneo #NgetanKeMenua #Ibanceremonies
Support by : borndeo.com
Born DEO for BORNEO
This life is an episode. We only have 3 episodes of life: yesterday, today and tomorrow. 2 minute video "Born DEO for BORNEO" please see the video at:
is a special episode of the children born from the womb of a mother on the island of Borneo.
dedicated to the ancestors in the jungle wherever located, from the Amazon jungle to the jungle of Borneo and all ancestors throughout the universe. The rain forest is the most precious treasure for our earth. 5 lungs of the world: the Amazon Forest, the Kinabalu National Park, Sapo National Park, Forest Alaska, Daintree.
we did not inherit this universe than our ancestors, but borrow it from our children, then we have to return it intact.
I'll see you again, if tomorrow will never come, then life just today and yesterday.
hidup ini adalah sebuah Episode.
kita hanya mempunyai episode hidup 3 hari saja: kemarin, hari ini dan besok.
Video 2 menit "Born DEO for BORNEO"
merupakan episode spesial dari seorang anak yang terlahir dari rahim seorang Ibu di pulau Borneo.
di Persembahkan untuk para leluhur di rimba di manapun berada dari rimba Amazone sampai rimba Borneo dan semua leluhur di seluruh penjuru Alam semesta. Hutan hujan ialah harta yang paling berharga buat bumi kita. 5 paru-paru dunia : Hutan Amazone, Taman Nasional Kinabalu, Taman Nasional Sapo, Hutan Alaska, Daintree.
kita tidak mewarisi alam semsesta ini dari para leluhur kita, tapi meminjamnya dari anak cucu kita, maka kita harus mengembalikannya secara utuh.
sampai jumpa lagi
jika hari besok tak akan datang, maka hidup hanya hari ini dan kemarin
Label:
borndeo,
Borneo,
DAYAK,
Dayak Iban,
Deo,
Kalimantan,
Save Borneo,
save culture,
save dayak,
save earth,
save rainforest,
Sungai Utik
BORN FOR THIS || BORNDEO.COM
Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga DAYAK IBAN di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.
Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II
Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar,
Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan.
Aku melihat Tuhan pada semua orang.
Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.Support by : borndeo.com
Label:
Borneo,
Budaya,
Culture,
DAYAK,
Dayak Iban,
Heritage,
Hutan Adat,
Iban,
Kalimantan,
kapuas hulu,
putussibau,
Rainforest,
Sungai Utik,
West Kalimantan
Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]
Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.Support by : borndeo.com
Label:
Alam,
Borneo,
Budaya,
DAYAK,
Hutan Adat,
Iban,
Kalimantan,
kapuas hulu,
putussibau,
Save Borneo,
Sungai Utik,
Wisata
DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"
DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"
20 Juni 2015. DBNA Hall, Jalan Kumpang, Off Jalan Ong Tiang Swee, Kuching.
The ‘Dayak Cultural Festival’ hosted by Sarawak Dayak Graduates Association (SDGA) in collaboration with Dayak National Congress (DNC) could be seen as a melting pot for all Dayak communities across Borneo.
The inaugural two-day event, which concluded yesterday, was also a platform for these communities to foster resilient relationship with one another through their rich culture and tradition.
Delegates came from here, West Kalimantan and Sabah.
Read moreCamera & Edited by : Alberto Deo Prawira
#DAYAK #CULTURAL #FESTIVAL #KUCHING #SARAWAK #MALAYSIA #KALIMANTAN #BORNEO
Support by : borndeo.com
Label:
Borneo,
Budaya,
DAYAK,
Iban,
Indonesia,
Kalimantan,
kapuas hulu,
Malaysia,
Sarawak
Selasa, 01 September 2015
MY TREE MY LIFE MY FAMILY
POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia
Label:
big tree,
borndeo,
Budaya,
DAYAK,
Dayak Iban,
Dayak tribe,
Deo,
Heritage,
Iban,
Indonesia,
Kalimantan,
Malaysia,
putussibau,
Sarawak,
Save Borneo,
save culture,
save dayak,
save rainforest,
Sungai Utik,
Wisata
Senin, 20 Januari 2014
Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun
Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.
Pembukaan
Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh
Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta
Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan
acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia
juga hadir melihat kemeriahan acara ini.
Kita juga bisa melihat
keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya
Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak
Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.
Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.
Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA
Jumat, 19 Oktober 2012
PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (PSBDK 2012)
PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (PSBDK 2012)
di laksanakan pada tanggal 18 s/d 20 Oktober 2012, di gedung Koesnadi Hardjasoemantri, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dari pukul 09.00-22.00 WIB.
Tema PSBDK X 2012 adalah "Aktualisasi Spirit Kearifan Tradisi Bagi Pemahaman Budaya Dayak Antar Generasi".
Dalam Pesta seni ini digelar salah satu kegiatan yang paling di tunggu-tunggu yaitu "Malam Festival Tari Kreasi Dayak" dan salah satu pesertanya yang merupakan wakil dari Kapuas Hulu adalah Himpunan Pelajar Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu (HPMDKH).
| Himpunan Pelajar Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu di acara malam festival Tari Kreasi Dayak |
tentang legenda sape yang bercerita asal mula sape. Pada jaman dahulu ada seorang pemuda pernah melihat putri dari kayangan (negeri di atas langit) dan mendengar suaranya dan puteri tersebut pergi kembali ke kayangan dan tidak kembali dan seorang pemuda tersebut bingung dan merindukan perempuan tersebut, sehingga pemuda tersebut menciptakan alat musik yang disebut Sape yang merupakan alat musik petik, karena untuk mengigatkan suara merdu sang puteri dari kayangan.
teman-teman dari Kapuas Hulu juga datang menyaksikan acara festival tari tersebut, mari kita lihat foto nya, cek it out :
** untuk teman-teman yang lain yang sudah datang dan mendukung jangan marah ya, poto nya belum di pajang di blog ini, ada giliran nya lho .....
teman-teman dari Kapuas Hulu juga datang menyaksikan acara festival tari tersebut, mari kita lihat foto nya, cek it out :
| Pelajar Kapuas Hulu pada saat Malam Festival Tari Kreasi Dayak. Datang memberi dukungan bagi Tim Penari HPMDKH |
KATEGORI
kapuas hulu
(48)
kalimantan barat
(43)
Wisata dan Budaya
(29)
Berita Hiburan
(28)
putussibau
(25)
DAYAK
(16)
Renungan
(16)
Budaya
(10)
Iban
(9)
Kalimantan
(9)
Dayak Iban
(8)
HPMDKH
(7)
Sungai Utik
(7)
Borneo
(6)
Dayak Iban Sungai Utik
(6)
Save Borneo
(5)
Sarawak
(4)
save culture
(4)
save dayak
(4)
save rainforest
(4)
Deo
(3)
Heritage
(3)
Indonesia
(3)
KB 1
(3)
Malaysia
(3)
Rumah Panjang
(3)
Wisata
(3)
borndeo
(3)
plb badau
(3)
pos lintas batas negara
(3)
presiden joko widodo ke putussibau
(3)
tatto dayak
(3)
Adat
(2)
Alam
(2)
Culture
(2)
Dayak Kalimantan
(2)
Dayak Taman Kapuas
(2)
Dayak tribe
(2)
GUBERNUR KAL-BAR
(2)
Hutan
(2)
Hutan Adat
(2)
Kartun Borneo
(2)
Melapi
(2)
Pilkada Kalimantan Barat
(2)
Rumah Betang
(2)
YOGYAKARTA
(2)
lagu Dayak
(2)
save earth
(2)
(PSBDK
(1)
2012)
(1)
Asian Arowana
(1)
BATAS
(1)
BUKU
(1)
Benua Tengah
(1)
Bukit Kelingkang
(1)
Cornelis
(1)
Dayak di Ujung Pena Mahasiswa
(1)
Ensebang Plaik
(1)
Events
(1)
Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun
(1)
GOLPUT
(1)
Gawai
(1)
Gubernur Kalbar
(1)
Indonesia.
(1)
Kalimantan Dayak Iban
(1)
Kartun Dayak
(1)
Keling
(1)
Keling Kumang
(1)
Kumang
(1)
Long House
(1)
Lunsa Hilir
(1)
Lunsa Hulu
(1)
Mahasiswa Dayak
(1)
Mamandung
(1)
Mamasi
(1)
Menua
(1)
Native
(1)
PAC
(1)
PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012
(1)
PSBDK
(1)
Pesta Seni Budaya Dayak ke X
(1)
Putussibau Art Community
(1)
RAA MAMANDUNG
(1)
Rainforest
(1)
Save
(1)
Sayut
(1)
Sclerepages Formosus
(1)
TNBK
(1)
TNDS
(1)
Tamambaloh
(1)
Travel
(1)
West Kalimantan
(1)
arwana sentarum
(1)
badau
(1)
batang mandai
(1)
big tree
(1)
bukit tilung
(1)
dayak kayaan
(1)
gawai dayak
(1)
gereja mendalam
(1)
ikan arwana super red
(1)
jokowi ke plb badau
(1)
kayaan
(1)
landmark
(1)
masyarakat adat
(1)
mendalam
(1)
sauwe
(1)
silok
(1)
taman kapuas
(1)
upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu
(1)
PERHATIAN !!!!!
Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini
=====================================
============================================
Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini
=============================================
FRIEND'S
APA AKU SANG BELALANG ?
ingin meloncat lebih tinggi,
ingin pergi lebih jauh,
ingin menyelam lebih dalam,
ingin belajar hidup,
disini aku di tempa disini aku dibesarkan,semangat ku keyakinan ku keberadaan ku terbentuk,masih ku pelihara kerinduan yang dalam setiap sudut mu menyimpan langkah ku Putussibau.menjalin persahabatan dengan alam,masih kah terbesit asa anak cucu mencumbu pasir,mendengarkan kicauan burung, dan berlari2 di hutan rimba.








