TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label kapuas hulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapuas hulu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Maret 2017

Panen Ikan Silok/Arwana/Sclerepages Formosus/Asian Arowana "Arwana Super Red" Kapuas Hulu



Panen Ikan Silok/Arwana/Sclerepages Formosus/Asian Arowana
"Arwana Super Red" Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Indonesia.


Support by : borndeo.com 

Rabu, 05 Oktober 2016

Nyanyian : Anak-anak Sungai Utik (Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai)


Support by : borndeo.com

Kami Anak-anak Sungai Utik
di besarkan dar Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii.......   Sungguh Gembira.
Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai
Demi UNTUNG Sementara.

GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS PADUA MENDALAM (DAYAK KAYAAN)



Support by : borndeo.com
Suku Dayak Kayaan di Kabupaten Kapuas Hulu tersebar di sepanjang sungai Mendalam yang tersebar di 3 Desa, yakni Desa Padua, Desa Teluk Telaga dan Desa Datah Dian. Suku Dayak Kayaan , saat ini adalah mayoritas pemeluk agama Kristen, terutama Kristen Katolik sedangkan sebagian kecil adalah pemeluk Kristen Protestan.
Paroki Mendalam merupakan pemekaraan dari Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda Putussibau sejak tahun 1980, di gembalakan oleh imam dari ordo Montfortan (SMM).

Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam Gawai RAA di Betang Sauwe




Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam rangkaian acara Gawai RAA di Betang Sauwe Desa Melapi, pada tanggal 12 Juli 2016. Pasiap dilakukan oleh perempuan Dayak Taman (Anak-anak, Remaja maupun Ibu-ibu yang berpakian adat) yang membawa Aneka Kue/Makanan Ringan melewati Ruai Rumah Betang yang diberikan kepada seluruh tamu-tamu yang menghadiri Gawai Raa Lamba' Lalo Betang Sauwe "Soo Tunggan" Desa Melapi, Kapuas Hulu.
Dahulunya Pasiap dilakukan dengan cara langsung menyuapi kue ke para tamu, apabila anda hadir dalam acara tersebut pasti anda akan pulang dengan perut yang kenyang dan hati yang senang.

Support by : borndeo.com
Music by : THAMBUNESIA "CELEBRATION"

Selasa, 28 Juni 2016

BUKIT TILUNG JALAN PARA ROH LELUHUR KE SURGA (BATANG MANDAI)

Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Bukit Tilung mempunyai tinggi 1.112 meter dari permukaan laut dan terletak di Desa Nanga Raun di Kabupaten Kapuas Hulu. Desa Nanga Raun berada di aliran sungai Manday yang di diami oleh suku Dayak Orung Da'an.

Ada sebuah kepercayaan dari suku Dayak Orung Da'an,  bahwa di bukit Tilung konon para arwah orang Dayak yang meninggal akan berkumpul di Bukit Tilung untuk menuju jalan ke Surga,  dan cerita ini sama dengan Dayak Iban di Sarawak konon para leluhur mereka turun dari Bukit Tilung maka ketika mereka meninggal arwah mereka akan kembali lagi menuju ke Bukit Tilung bersama Para Leluhurnya.

Dayak di Kapuas Hulu ( Group Banuaka : Taman, Kalis, Peniung, Tamambaloh, dsb) juga berkiblat ke Bukit Tilung. Dalam Kepercayaan Suku Taman Kapuas, orang yang telah meninggal maka mereka tarikan dan diiringi taba (instrumen kematian) agar arwah nya samapi ke Bukit Tilung.

Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo


Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan  kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang  saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.

Tatto di Rumah Betang Sungai Utik  dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.

Rabu, 30 September 2015

GUBERNUR KALBAR MENERIMA PENGHARGAAN MAMASI DARI MASYARAKAT DAYAK TAMAN


Support by : borndeo.com

Camera & Edited by : Deo ||   Tim Creative by : Fetro 
Sumber Berita:  http://www.radarnusantara.com/2015/09/gubernur-kalbar-dapat-penghargaan-mamasi.html

**
Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH menerima penghargaan Mamasi dari masyarakat Dayak Taman Kapuas Hulu, Minggu (27/9/2015). Penobatan dilakukan di Soo Langke atau Rumah Betang Melapi 1 Patamuan, Desa Melapi, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu." Selain arg bertahu.

Menurut Tua' Rumah Betang Melapi 1 Patamuan, Pulo' (70) menjelaskan, mamasi adalah penghargaan tertinggi yang diberikan masyarakat Dayak Taman Kapuas Hulu kepada seseorang yang dinilai punya tua, punya bobot dan bisa mengambil berkat dan karunia untuk masyarakat Dayak Taman. Dayak Taman adalah salah satu sub suku Dayak yang mendiami sepanjang pesisir hulu sungai Kapuas di Putussibau.

Kepala Desa Melapi, Rantai (46), menjelaskan, panjang Betang Melapi 1 Patamuan 220 meter, lebar 35 meter, 74 pintu, 49 kepala keluarga, serta 300 jiwa. Rantai menjelaskan, soo Langke atau rumah bentang Melapi Patamuan selesai dibangun 1943, sekarang umurnya 72 tahun dan sudah diakui sebagai cagar budaya. Dari rumah panjang beratap sirap belian, ini lahir Djeranding Abdurrahman Pahlawan Nasional yang pernah dibuang ke Boven Digoel. Juga di tempat tersebut lahir tokoh-tokoh politik Dayak seperti F.C. Palaoensoeka pendiri PPD. Tokoh pejuang PD Massuka Djanting tokoh pendiri Bentang atau Betang soo Langke. HS laurens Mangaan. Dan Drs. Massardy Kaphat.  Dijelaskan Pak Pulo' upacara Mamasi diawali penyambutan tamu yang akan diamasi di halaman Rumah Panjang dan tamu tersebut harus memotong umpang (Kayu penghalang) yang dipasang sebagai ucapan selamat datang di Rumah Panjang. 

Upacara Mamasi sendiri adalah upacara penghargaan dari seseorang atau beberapa wanita kepada pria tertentu dengan kriteria pria diantaranya pria yang ksatria, tokoh atau pemimpin yang arif bijaksana, hartawan yang dermawan. Pria tersebut pada upacara gawai besar Dayak Taman mendapat kehormatan atau kepercayaan menombak atau menyembelih hewan kurban sapi atau kerbau yang dimasukan kandang khusus atau disebut Pandung. Pria tersebut adalah pejabat tinggi yang berkunjung secara resmi ke Betang Melapi 1 Patamuan. Pria tersebut bisa saja sebagai tokoh yang berjasa kepada bangsa dan negara. 

Kata Pak Pulo' juga, prosesi mamasi dipimpin Ketua Adat dengan terlebih dahulu memasang anyaman daun enau dalam bahasa Taman Indulu amas-amas. Dilengkapi bulu burung enggang yang dianggap sebagai mahkota tertinggi. Selain mahkota juga jarat tangan dan tolang manik yang diikat di tangan pria yang di mamasi sebagai simbol kekuatan persaudaraan dan panjang umur dan kekuatan tubuh. Dilanjutkan pemberian minuman tradisional dari wanita yang mamasi kepada pria yang dimamasi dengan 7 macam minuman air garam, air jahe, buah lasa' (air asam). Air putih untuk kejernihan pikiran, maram, papa' minyak kelapa sebagai pertanda lancarnya kehidupan kita, Setelah itu dilakukan tarian bersama 
Dariya Sosoak atau tarian gembira.

Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH Mengingatkan agar menjadi dayak jangan minder, "harus punya prinsip, peluang terbuka lebar dengan didukung teknologi maju, nasib kita berubah atau tidaknya bergantung pada diri kita sendiri,"ujar Cornelis yang tanggal 19 September 2015 lalu dilantik sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)." kita sudah diberi kesempatan oleh Negara untuk maju,"ujar Cornelis lagi. (Santo)

Kamis, 03 September 2015

Tangga Keling Dayak Iban Sungai Utik, Kalimantan Barat


Support by : borndeo.com

Tangga Keling adalah nama Tangga untuk naik ke Rumah Betang yang berada di hilir Rumah Betang Sungai Utik. Kenapa disebut sebagai Tangga Keling bukan Tangga Kumang?

Intinya Tangga Keling Menggambarkan Orang yang menaiki Tangga Tersebut, jadi orang yang menaiki tangga tersebut adalah Keling dan tangga tersebut adalah Kumang yang berwujud perempuan yang dalam wujudnya tangga tersebut mempunyai buah dada.


Menurut Cerita Lama Dayak Iban,'Keling' ialah nama seorang pahlawan dan menurut legenda masyarakat Iban beliau tinggal di khayangan rumah panjang Panggau Libau Lendat Dibiau Takang Isang dan isteri beliau bernama 'Kumang' adalah dari rumah panjang Gelong Batu Nakong Nyingit Nyingong Nyimbang Nyerabang.


Keling mempunyai keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai wajah yang tampan. Sikap Keling yang utama ialah berani. Pejuang-pejuang Iban yang mendapatkan `pertolongan' daripada beliau sudah tentunya sulit untuk ditewaskan oleh musuh mereka pada saat masih berperang dahulu. Menurut masyarakat Iban seseorang yang berjumpa dengan Keling atau Kumang dalam mimpi mereka sudah pasti akan menjadikan seseorang itu berani dan menjadi pahlawan (Raja Berani).


Cerita kepahlawan dan keberanian Keling juga berbagai dan sentiasa diceritakan kepada anak-anak kecil orang Iban yang tinggal di rumah panjang. Misalnya orang-orang tua akan bercerita tentang kehebatan Keling dan bagaimana beliau menjadi seorang pahlawan yang sulit untuk ditewaskan oleh musuh, karena kesaktian dan keberaniannya.

Oleh karena itu Bagi orang Iban, nama Keling ini sangat amat dihormati dan mempunyai kaitan yang erat dengan adat istiadat dan tradisi Iban. Mungkin pada hari ini Keling dan Kumang boleh dikatakan sebagai teladan dalam masyarakat Iban, dan para leluhur mau menanamkan sikap keperibadian baik, gagah, berani, bijaksana, sakti dan juga mempunyai hati dan badan yang rupawan untuk kita semua generasi penerus nya.


Begitulah Nama Tangga Keling yang ada di Dayak Iban Sungai Utik terlahir ke Dunia, semoga siapa saja yang menaikinya akan terlahir jiwa dan raga Keling maupun Kumang yang baru ke Dunia yang akan mewarisi Kebijaksanaan, Keberanian, Kebaikan, Sakti, Gagah & Rupawan seperti Keling & Kumang yang Melengenda yang berasal dari Khayangan tersebut.

#dayak #iban #sungaiutik #kalimantan #Barat #kapuashulu #putussibau #indonesia #borneo #rumahpanjang #budaya

Gawai RAA Mandung Dayak Taman, Kalimantan Barat


Gawai RAA Mandung Dayak Taman Tahun 2014

Masyakat Dayak Taman Kapuas menggelar pesta Gawai RAA Mamandug di Betang RT 4, Desa Sayut Kecamatan Putussibau Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 sampai 19 Juni 2014. Gawai RAA Mandung kali ini, merupakan agenda ‘Mambalasi’ yang dilakukan Keluarga Ibu Sarati. Kegiatan ini dipimpin Pulo Balien, Laurensius Pulo. Pada kesempatan itu hadir Tokoh Masyarakat Desa Sayut, serta masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas Melapi I,II,III,IV dan V, Ingkotambe, Sayut, Lunsa Hilir dan Hulu. Hadir pula perwakilan Masyarakat Dayak Iban dari Malaysia.

Pada RAA Mandung ini, undangan yang datang ke lokasi kegiatan tampak menggunakan Perahu Tambe (Perahu hias khas suku Dayak). Setibanya dilokasi, bedil (meriam tradisional) pun dibunyikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa undangan telah tiba. Selanjutnya para undangan itu menggelar ‘Maliliti Pandung’ (mengitari pangung kurban). Usai maliliti pandung, mereka melakukan Pemotongan Umpang (sebuah batang kayu yang dibuat sebagai penghadang). Setelah itu, pihak keluarga yang menyelenggarakan RAA Mandung melakukan penobakan kurban yang ada di Pandung. Kemudian mereka dijamu dalam ritual ‘Pasiap’ (kaum perempuan Dayak Taman Kapuas menyuguhi makanan untuk masyarakat). Pada akhirnya, menjelang malam, pihak keluarga yang menggelar RAA Mandung melaksanakan acara ‘Siamasan’ (pertukaran dan pemasangan perangkat adat Dayak Taman Kapuas).
Pulo Balien, Laurensius Pulo mengatakan, RAA Mamandung merupakan gawai dayak yang tertinggi di suku Dayak Taman Kapuas. Mamandung kali ini adalah membalas kegiatan mamandung yang sudah dibuat oleh orang tua terdahulu. “Dalam mandung ini bahasa mamang (doa bahasa adat) berbeda dengan gawai dayak yang umum,” paparnya. 

Ia juga menjelaskan pihak keluarga terkait yang mengikuti Mandung juga dimamasi (penghargaan tertinggi pada Suku Dayak Taman Kapuas). Pada mamasi itu ada makanan, pakaian tradisional laki-laki dan perempuan yang dimasukan kedalam capan, capan itu pun dibungkus dengan kain khusus. Selain itu ada juga kurban yang dipersembahkan, kurban tersebut berupa satu ekor sapi. Setelah dibunuh, kurban itu kemudian disantap bersama oleh seluruh masyarakat yang hadir. “Kurban itu sendiri sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur,” tutup Laurensius Pulo. (Yohanes)


Rabu, 02 September 2015

BORN FOR THIS || BORNDEO.COM


Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga  DAYAK IBAN  di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]

Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat  di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya  akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.
Support by : borndeo.com 

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"



DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"

20 Juni 2015. DBNA Hall, Jalan Kumpang, Off Jalan Ong Tiang Swee, Kuching.

The ‘Dayak Cultural Festival’ hosted by Sarawak Dayak Graduates Association (SDGA) in collaboration with Dayak National Congress (DNC) could be seen as a melting pot for all Dayak communities across Borneo.

The inaugural two-day event, which concluded yesterday, was also a platform for these communities to foster resilient relationship with one another through their rich culture and tradition.

Delegates came from here, West Kalimantan and Sabah.
Read more
Camera & Edited by : Alberto Deo Prawira
#DAYAK #CULTURAL #FESTIVAL #KUCHING #SARAWAK #MALAYSIA #KALIMANTAN #BORNEO

Support by : borndeo.com 

Senin, 20 Januari 2014

Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun


Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.

Pembukaan Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia juga hadir melihat kemeriahan acara ini.

Kita juga bisa melihat keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.

Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.

Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA

Rabu, 12 September 2012

PAC (Putussibau Art Community)

PAC Siapakah mereka? Mungkin anda bingung dan bertanya tanya
Apa yang mereka lakukan?
Pesan apa yang ingin PAC sampaikan lewat karya nya? Anda pasti ingin tahu

Jiwa muda boleh liar tapi ekspresi mereka akan seni sungguh amat bersahabat dengan  tujuan yang positif. Suatu Komunitas yang mencintai seni dan mereka telah lahir dari rahim para jiwa seni di kota mungil kami. Ucapkan selamat datang untuk Mereka : " Selamat Datang PAC" berkreasi, berkreatifitas, berinovasi adalah cara mereka.

PAC ( Putussibau Art Community ) sebuah komunitas yang lahir di kota mungil  Putussibau (Kapuas Hulu) , Mereka adalah kumpulan dari pencinta seni yang  ingin terus berkarya dengan jiwa-jiwa seni , dengan jiwa seni mereka semangat ingin membangkitkan seni di daratan kota mungil yang membuat mereka tumbuh dan berkembang Putussibau Kapuas Hulu.

Sekilas tentang unsur musik yang dimainkan oleh PAC, yaitu perkusi instrumental yang terdiri dari cajon, jimbe, gamelan kecil, snare drum , 3 lead guitar dan 1 bas , diiringin 5-6 vokal grup . video ini di buat oleh salah satu komunitas photographer yang ada di Putussibau yaitu Menyadik Art, bagaimana di video ini terkonsep berbagai gabungan seni modern yang ada di Putussibau, seperti boys, skateboard, Bmx, dfreerunnning, beatbox

PAC mengajak Anda bersama membangunkan jiwa seni yang masih tertidur untuk kembali bangkit , memajukan segala seni dan budaya yang ada di kota tercinta kita ini, Putussibau (Kapuas Hulu).

writer : Awick and Deo


Jumat, 10 Agustus 2012

Karikatur BornDeo For Borneo

Indahnya suara alami serangga di pagi hari kini tergantikan degan suara bisingnya tenso dan alat berat lainnya penumbang hutan kami.
ilustrator : Restyoko Pambudi
Klik untuk Lihat Karikatur BornDeo For Borneo Lainnya 
lihat juga Video BornDeo for Borneo disini  
dan disini BornDeo for Borneo Cartoon

Sabtu, 23 Juni 2012

Nyanyian untuk "Ulu Kapuas""


Sebuah Lagu dari  Ade Tanesia  yang di persembahkan untuk seluruh masyarakat sub-etnik dayak di sepanjang anak hulu sungai Kapuas. Sebuah kenangan atas perjalanan Ade Tanesia ke Kalimantan Barat 10 tahun silam

Silahkan dengarkan lagu "Ulu Kapuas"

Ilustrasi lukisan by : Erzane N E
Tittle : Travel into the past (Dayak Iban Tribe)

Lagu : http://soundcloud.com/adetanesia2140934/uncak-kapuas
Vocal/Lyric/Song  : Ade Tanesia Pandjaitan
Translated into Iban Language by Alberto Deo Prawira & Kartini, from Sungai Utik, West Borneo
Aransement: Pram
Guitar & Percussion: Pram
Thanks to: Iwan Djola, Alberto Deo Prawira, Ibu Kartini, Pramono.


"Ulu Kapuas"

 Versi Bahasa Dayak Iban:
udah ku buae' semua utai ku, ke dalam lubuk aek'
udah ku buae' pedeh ati ku, ke babas rimbak nyaak
oh nyadi nyadi utai rangkai diempa' bala ikan
oh nyadi nyadi ae' irup pait, bala jane rusa

udah ku tunu diri empu, ba tugung pandok (Api ungun) petang
berasai renyuk tulang-tulang ku
berasai renyuk tanah ku
berasai derasanya ae darah ku
berasai se~mengat idup...ku
uda semuanya uda,..
Piyak mega direku age bedau idup

Ooooha Betara kami to' age ka idup
ooo ha Betara jaga meh tanah aek kami.
Oooo ha Betara jaga meh mega menua kami to..

Versi Indonesia:

Sudah kubuang semua milikku ke dalam sungai itu
Sudah ku buang ke pedihanku ke dalam hutan itu
Menjadi….menjadi makanan kering, para ikan
Menjadi….menjadi minuman pahit, para babi rusa

Sudah kubakar diriku
Di perapian malam
Merasakan retaknya tulang-tulangku
Merasakan retaknya tanah-tanahku
Merasakan derasnya aliran darahku
Merasakan Jiwaku
Sudah semuanya sudah
Dan aku masih tetap hidup (2x)

Oh Tuhan, kami masih ingin hidup
Oh Tuhan, Jaga tanah kami
Oh Tuhan, Jaga kampung kami

*dengarkan dan download, lagu " Ulu Kapuas". Silahkan  Daftar dulu di http://soundcloud.com untuk mendownloadnya.

Selasa, 15 Mei 2012

"Canda dan Tawa Awali Cerita Kita"


12-13 Mei 2012, Mahasiswa Kapuas Hulu (KH) yang ada di Yogyakarta telah berhasil melaksanakan sebuah acara sederhana yang bersahaja yaitu Malam Keakrabaan Mahasiswa Kapuas Hulu di Waduk Sermo, Kulon Progo. "Canda dan Tawa Awali Cerita Kita" adalah tema yang meleburkan 60 lebih peserta dan 30 lebih Panitia Makrab terbalut suasana canda dan ceria yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Tidak Biasa seperti Makrab-Makrab KH Sebelumnya, Kehadiran teman-teman dari Bandung untuk mengikuti Makrab Kapuas hulu yang dilaksanakan di Yogyakarta tersebut  memberikan sesuatu yang sangat Istimewa dan berkesan, teman-teman satu kampung halaman yaitu dari Kapuas Hulu yang ikut  memeriahkan acara makrab tersebut. Jarak tak bisa menghalangi untuk bertemu saudara satu sungai (sungai kapuas), satu jembatan (jembatan kapuas), satu asal ( kapuas hulu), semua nya satu sida ulu orang kapuas hulu :)

berkali-kali  lagi canda dan tawa menggobati kerinduan kami yang ingat akan kampung halaman. Kami berkumpul bersama, Kami bercerita bermain merangkul cita-cita yang Kami bawa ketika dahulu berangkat  meniggalkan kampung halaman Kapuas Hulu ke pulau Jawa ... untuk kelak suatu hari nanti membangun Kapuas Hulu  dengan sumber daya manusia yang berkualitas :")  dan rasa yang akan selalu melekat di hati kami adalah Sumber budaya yang selalu menjadi identitas asal kami . . .


Terima Kasih yang Spesial diucapkan Kepada :
Tuhan Yang Maha Esa
Semua Donatur 
Orang Tua Mahasiswa/i
Semua Panitia Makrab KH 2012
Semua Peserta Makrab KH 2012
Teman-Teman dari Bandung 
dan semua yg ikut serta memeriahkan acara dari awal hingga akhir
penjaga aula, penjual ice cream, penjaga parkir dan keindahaan lokasi Waduk Sermo 

silahkan gabung juga di grup facebook : HPMDKH
 IPMKH Bandung 

*Mohon Maaf apabila terjadi kesalahan kata-kata maupun pengetikan tulisan

Rabu, 11 April 2012

MAKRAB KAPUAS HULU 2012

Ketika Harus Jauh Keseberang
Merantau dan Mencari Ilmu untuk Bekal hari esok di massa depan.
Menyadik Serantau Sama asal, Kapuas Hulu Kalimantan Barat
Sutik Jembatan, Sutik Jalan
Sutik Sungai, Sutik Jalan
di sana kita di Tempa, di sana kita dibesarkan
Semangat, keyakinan, dan keberadaan kita terbentuk
Masih di pelihara kerinduan yang dalam



MAKRAB KAPUAS HULU 2012
"Canda dan Tawa Awali Cerita Kita"
Tempat : Waduk Sermo, Tanggal : Sabtu-Minggu 12-13 Mei 2012
Kontribusi Peserta Rp.50.000,-/Orang
Formulir Pendaftaran Bisa di ambil di Sekertariat
( Jl.Gejayan Gg.Wora Wari no 81, atau di Asrama Kapuas Hulu, Sewon Bantul) (BATAS Pendaftaraan terakhir s/d 27 April 2012)
Fasilitas: Sertifikat,Co Card,Makan + Coffe Break dan Transport PP

Grup on FB : HPMDKH
www.putussibau-area.blogspot.com

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)