TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label putussibau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label putussibau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Nyanyian : Anak-anak Sungai Utik (Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai)


Support by : borndeo.com

Kami Anak-anak Sungai Utik
di besarkan dar Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii.......   Sungguh Gembira.
Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai
Demi UNTUNG Sementara.

GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS PADUA MENDALAM (DAYAK KAYAAN)



Support by : borndeo.com
Suku Dayak Kayaan di Kabupaten Kapuas Hulu tersebar di sepanjang sungai Mendalam yang tersebar di 3 Desa, yakni Desa Padua, Desa Teluk Telaga dan Desa Datah Dian. Suku Dayak Kayaan , saat ini adalah mayoritas pemeluk agama Kristen, terutama Kristen Katolik sedangkan sebagian kecil adalah pemeluk Kristen Protestan.
Paroki Mendalam merupakan pemekaraan dari Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda Putussibau sejak tahun 1980, di gembalakan oleh imam dari ordo Montfortan (SMM).

Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam Gawai RAA di Betang Sauwe




Tradisi Pasiap Dayak Taman Kapuas dalam rangkaian acara Gawai RAA di Betang Sauwe Desa Melapi, pada tanggal 12 Juli 2016. Pasiap dilakukan oleh perempuan Dayak Taman (Anak-anak, Remaja maupun Ibu-ibu yang berpakian adat) yang membawa Aneka Kue/Makanan Ringan melewati Ruai Rumah Betang yang diberikan kepada seluruh tamu-tamu yang menghadiri Gawai Raa Lamba' Lalo Betang Sauwe "Soo Tunggan" Desa Melapi, Kapuas Hulu.
Dahulunya Pasiap dilakukan dengan cara langsung menyuapi kue ke para tamu, apabila anda hadir dalam acara tersebut pasti anda akan pulang dengan perut yang kenyang dan hati yang senang.

Support by : borndeo.com
Music by : THAMBUNESIA "CELEBRATION"

Gawai Marabut Tambang & Mangulambu, Dayak Tamambaloh Apalin Desa Banua Tengah


Support by : borndeo.com
Tambang yang berbentuk patung dan mempunyai ujung yang runcing yang terbuat dari kayu terpilh yaitu kayu ulin. Gawai Marabut Tambang yang berarti Masa duka yang relatif panjang dimana generasi almarhum/arwah yang dilaksanakan tambangnya berasal dari kasta bangsawan/samangat atau seseorang yang telah menjadi sesepuh/berpengaruh/berwibawa manakala ia meninggal akan diadakan suatu pertanda yaitu penanda yang berbentuk patung/tambang.

Marabut Tambang sangat jarang di lakukan dan ini bukan kegiatan rutin. Usia Tambang yang di cabut ini berusia 35 Tahun. Marabut Tambang tidak boleh diadakan apabila tidak dihadiri oleh satu wilayah ketemengungan.Orang yang mencabut tambang juga orang yang terpilih oleh keluarga dan tidak sembarangan, yang merupakan tua-tua adat.
Khususnya Mangulamu ialah Upacara Adat yang bermaksud untuk menghormati Roh para leluhur.

Selasa, 28 Juni 2016

BUKIT TILUNG JALAN PARA ROH LELUHUR KE SURGA (BATANG MANDAI)

Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Bukit Tilung mempunyai tinggi 1.112 meter dari permukaan laut dan terletak di Desa Nanga Raun di Kabupaten Kapuas Hulu. Desa Nanga Raun berada di aliran sungai Manday yang di diami oleh suku Dayak Orung Da'an.

Ada sebuah kepercayaan dari suku Dayak Orung Da'an,  bahwa di bukit Tilung konon para arwah orang Dayak yang meninggal akan berkumpul di Bukit Tilung untuk menuju jalan ke Surga,  dan cerita ini sama dengan Dayak Iban di Sarawak konon para leluhur mereka turun dari Bukit Tilung maka ketika mereka meninggal arwah mereka akan kembali lagi menuju ke Bukit Tilung bersama Para Leluhurnya.

Dayak di Kapuas Hulu ( Group Banuaka : Taman, Kalis, Peniung, Tamambaloh, dsb) juga berkiblat ke Bukit Tilung. Dalam Kepercayaan Suku Taman Kapuas, orang yang telah meninggal maka mereka tarikan dan diiringi taba (instrumen kematian) agar arwah nya samapi ke Bukit Tilung.

Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo


Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan  kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang  saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.

Tatto di Rumah Betang Sungai Utik  dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.

Rabu, 02 September 2015

BORN FOR THIS || BORNDEO.COM


Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga  DAYAK IBAN  di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]

Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat  di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya  akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.
Support by : borndeo.com 

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

Selasa, 01 September 2015

MY TREE MY LIFE MY FAMILY



POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia

Senin, 20 Januari 2014

Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun


Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.

Pembukaan Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia juga hadir melihat kemeriahan acara ini.

Kita juga bisa melihat keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.

Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.

Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA

Rabu, 12 September 2012

PAC (Putussibau Art Community)

PAC Siapakah mereka? Mungkin anda bingung dan bertanya tanya
Apa yang mereka lakukan?
Pesan apa yang ingin PAC sampaikan lewat karya nya? Anda pasti ingin tahu

Jiwa muda boleh liar tapi ekspresi mereka akan seni sungguh amat bersahabat dengan  tujuan yang positif. Suatu Komunitas yang mencintai seni dan mereka telah lahir dari rahim para jiwa seni di kota mungil kami. Ucapkan selamat datang untuk Mereka : " Selamat Datang PAC" berkreasi, berkreatifitas, berinovasi adalah cara mereka.

PAC ( Putussibau Art Community ) sebuah komunitas yang lahir di kota mungil  Putussibau (Kapuas Hulu) , Mereka adalah kumpulan dari pencinta seni yang  ingin terus berkarya dengan jiwa-jiwa seni , dengan jiwa seni mereka semangat ingin membangkitkan seni di daratan kota mungil yang membuat mereka tumbuh dan berkembang Putussibau Kapuas Hulu.

Sekilas tentang unsur musik yang dimainkan oleh PAC, yaitu perkusi instrumental yang terdiri dari cajon, jimbe, gamelan kecil, snare drum , 3 lead guitar dan 1 bas , diiringin 5-6 vokal grup . video ini di buat oleh salah satu komunitas photographer yang ada di Putussibau yaitu Menyadik Art, bagaimana di video ini terkonsep berbagai gabungan seni modern yang ada di Putussibau, seperti boys, skateboard, Bmx, dfreerunnning, beatbox

PAC mengajak Anda bersama membangunkan jiwa seni yang masih tertidur untuk kembali bangkit , memajukan segala seni dan budaya yang ada di kota tercinta kita ini, Putussibau (Kapuas Hulu).

writer : Awick and Deo


Sabtu, 23 Juni 2012

Nyanyian untuk "Ulu Kapuas""


Sebuah Lagu dari  Ade Tanesia  yang di persembahkan untuk seluruh masyarakat sub-etnik dayak di sepanjang anak hulu sungai Kapuas. Sebuah kenangan atas perjalanan Ade Tanesia ke Kalimantan Barat 10 tahun silam

Silahkan dengarkan lagu "Ulu Kapuas"

Ilustrasi lukisan by : Erzane N E
Tittle : Travel into the past (Dayak Iban Tribe)

Lagu : http://soundcloud.com/adetanesia2140934/uncak-kapuas
Vocal/Lyric/Song  : Ade Tanesia Pandjaitan
Translated into Iban Language by Alberto Deo Prawira & Kartini, from Sungai Utik, West Borneo
Aransement: Pram
Guitar & Percussion: Pram
Thanks to: Iwan Djola, Alberto Deo Prawira, Ibu Kartini, Pramono.


"Ulu Kapuas"

 Versi Bahasa Dayak Iban:
udah ku buae' semua utai ku, ke dalam lubuk aek'
udah ku buae' pedeh ati ku, ke babas rimbak nyaak
oh nyadi nyadi utai rangkai diempa' bala ikan
oh nyadi nyadi ae' irup pait, bala jane rusa

udah ku tunu diri empu, ba tugung pandok (Api ungun) petang
berasai renyuk tulang-tulang ku
berasai renyuk tanah ku
berasai derasanya ae darah ku
berasai se~mengat idup...ku
uda semuanya uda,..
Piyak mega direku age bedau idup

Ooooha Betara kami to' age ka idup
ooo ha Betara jaga meh tanah aek kami.
Oooo ha Betara jaga meh mega menua kami to..

Versi Indonesia:

Sudah kubuang semua milikku ke dalam sungai itu
Sudah ku buang ke pedihanku ke dalam hutan itu
Menjadi….menjadi makanan kering, para ikan
Menjadi….menjadi minuman pahit, para babi rusa

Sudah kubakar diriku
Di perapian malam
Merasakan retaknya tulang-tulangku
Merasakan retaknya tanah-tanahku
Merasakan derasnya aliran darahku
Merasakan Jiwaku
Sudah semuanya sudah
Dan aku masih tetap hidup (2x)

Oh Tuhan, kami masih ingin hidup
Oh Tuhan, Jaga tanah kami
Oh Tuhan, Jaga kampung kami

*dengarkan dan download, lagu " Ulu Kapuas". Silahkan  Daftar dulu di http://soundcloud.com untuk mendownloadnya.

Sabtu, 09 Oktober 2010

BANJIR, BANJIR dan BANJIRRRR.

Foto Foto oleh :

Kota mungil ini seperti Berbisik, mengirimkan pesan
seolah air banjir yang keluar ialah raut mimik muka mungil dari kota ini
yang Tak lagi tertahan luapan air nya.
Dan
lagi lagi kota mungil kami terendam banjir, emang sih udah langganan , tradisi banjir yg membuat repot.

Tapi kali ini banjir nya berbeda dengan tahun2 kemarin
ketinggian genangan air berkisar 50 sentimeter hingga 2 meter.




Mau ngapain juga susah


ketika hujan & air mengalir, dari hulu ke hilir, membuat semua orang khawatir, cemas & ketar-ketir... terjadi BANJIR, BANJIR dan BANJIRRRR.



Senin, 16 Agustus 2010

Dirgahayu NKRI Ke 65

Usia bangsa bertambah, sudah semakin Dewasa Negeri ini ....
17 Agustus tanggal dan bulan yang menjadi catatan sejarah indonesia yang tak akan terlewatkan, dan slalu di rayakan dari ujung indonesia sampai ujung nya lagi,hingga ujung tiang bendera merah putih di atas tanah air bumi pertiwi indonesia.

Perjuangan yang mengantarkan kemerdekaan!

yang mengorbankan tumpah darah para pahlawan pahlawan kebanggan indonesia!

dan hasilnya : INDONESIA MERDEKA !

dari gang sempit, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten,Provinsi/Kotamadya semua yg ada di Republik Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Yang Ke-65.

berbagai acara dilakukan untuk memeriahkan hari tersebut, dari lingkungan tempat kita tinggal sampai sekolahan, banyak deh acara nya.

Makan kerupuk,balap karung, tarik tambang, panjat pinang, lomba bawa kelereng dgn sendok,masukin paku ke dalam botol, banyak lagi deh pokonya....

yang pasti semangatnya,keceriannya, dan pastinya Indonesia bersatu,

semuanya ikut dari generasi tunas bangsa (anak-anak) sampai angkatan veteran(kakek/nenek).

dan yg gak ketinggalan Upacara Bendera 17 agustus, ya wajib.

semua rakyat indonesia,pasti punya doa dan harapan yg lebih baik untuk indonesia.

Mari kita terus Berkarya untuk Indonesia dan jangan pernah berhenti melakukan sesuatu untuk kebaikan indonesia. kita bersama sama!!!

Semoga Kemiskinan Berkurang, lapangan kerja Bertambah !!

Bisa Masuk Piala Dunia :)

Bukan saatnya kita Ribut, ntar masalahnya jadi tambah Ribet !!

salam,

Mari kita Rangkul Semua kalangan

yg ada sama2 mencari solusinya
tetap Damai :)

Dirgahayu "Negara Kesatuan Republik Indonesia"


Sebagai tongkat estafet yg menjadi generasi baru,Anda harus tau & paling tidak pernah baca :)

Saya ingin berbagi apa yg pernah saya baca, sumbernya:
Buku "NASIONALISME",hal 180.
- Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo, seorang pemuda Indonesia -

AMANAT BERSAMA #INDONESIAUNITE
- Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

- Kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi.

- Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.

“Amanat Bersama” ini melalui proses Wiki yang berjalan sejak 9 Agustus 2009 sampai dengan 14 Agustus 2009.

APA ITU AMANAT BERSAMA?
Amanat bersama adalah sumpah para pemuda Indonesia yang dibacakan secara serempak di sejumlah kota besar di Indonesia pada hari yang sama yaitu 16 Agustus 2009.
Amanat Bersama ditulis/edit oleh lebih dari 2500 pemuda di seluruh Indonesia.

Penulisan naskah Amanat Bersama dilakukan dengan memanfaatkan Wiki.
Draft kasarnya di upload di Wikipedia dan orang-orang bisa mengurangi, menambahkan, poin-poin yang menurut mereka harus masuk Amanat Bersama tersebut.
Selama proses edit itu yang dilakukan selama 1 minggu, Amanat Bersama berubah ubah dari 3 poin, nambah jadi 10 poin, berkurang jadi 5 poin, lalu jadi hanya 1 poin, hingga ketika deadline datang ada 5 poin dalam Amanat Bersama.

Rabu, 21 Juli 2010

Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VI

Acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VI Provinsi Kalimantan Barat,di Putussibau di laksanakan beberapa hari dari tanggal 14 -17 juli 2010 yang berlangsung sangat semarak dan penonton yang menyaksikan sangat antusias dengan acara tersebut.




Acara Pembukaan dilaksanakan 14 juli 2010 ribuan masyarakat kota putussibau memenuhi gor sepak bola untuk menyaksikan acara pembukaan yang langsung dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis,MH di hadiri oleh ketua lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), ketua lembaga pengembangan pesparawi daerah ( LPPD) kalimantan barat,beberapa Bupati, Wakil Bupati dan ketua LPPD kabupaten se-Kalbar, yang Pembukaan Pesparawi ditandai dengan pemukulan Kangkuang oleh Gurbenur, Bupati Kapuas Hulu, Drs. H.Abang Tambul Husin, Ketua LPPN, ketua DPRD Kalbar, Ketua LPPD kapuas hulu Y. Alexander, pelepasan burung merpati oleh seluruh ketua LPPD/ Bupati/ Wakil Bupati se-Kalbar dan pelepasan Balon raksasa oleh Ny. Frederika Cornelis,yang dialakukan secara serempak.

Kemerihan Acara Pembukaan Pesparawi juga di sertai dengan atraksi tarian dayak yang melibatkan ratusan penari yang mengenakan pakaian adat semua suku yang ada di kalimantan barat. Para penabuh musik juga melibatkan umat muslim.




Kategori yang dilombakan di hari pertama ialah, solis anak putra, lomba paduan suara anak, lomba paduan suara pria, lomba solis remaja putri dan lomba paduan suara sejenis wanita.

Masing masing Peserta lomba tampak ceria,tegang dan ada juga yang penuh semangat menyuarakan suaranya dalam bernyanyi.bahkan usai menyanyikan lagu perlombaan ada yang menagis guna melepaskan rasa was was dan lain lain.


Kualitas suara para kontingen yang mengikuti lomba bersaing menyajikan penampilan terbaiknya, baik dari segi performa, kekompakan dan kualitas suaranya.

Penilaian dari para juri benar benar bersih dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga siapun yang memenagkan lomba merupakan kontestan yang terbaik.


Fotografer : Petra Anderson

Senin, 07 Juni 2010

Kebakaran Pasar Pagi

klik di sini lihat VIDEO Kebakaran Pasar Pagi
Sekitar Pukul 02.00 wib tanggal 6 juni 2010 ,Kebakaran terjadi di daerah Jl. Jembatan pelita Pasar Pagi , seluruh bangunan, ruko milik pedagang ludes dilalap si jago merah.

Pasar Pagi menjual alat dapur, pakaian, toko emas, penginapan,warung makan, apotek,sepatu, dan toko mainan.

Dari data yang diperoleh dari grup Kapuas Hulu Peduli, Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, mudah mudahan tidak ada. Sementara penyebab kebakaran di rumah penduduk itu masih belum diketahui ,tetapi dari info yang beredar dan baru sebatas dugaan terindikasi berasl dari arus listrik.

Para pedagang hanya bisa pasrah melihat kebakaran yang begitu cepat menghanguskan ruko mereka yang di lalap oleh si jago merah, tak mungkin lagi mereka dapat mengeluarkan isi maupun barang di dalam ruko mereka tersebut.

Dari pantauan di lokasi kebakaran minggu pagi warga penghuni rumah yang terbakar tampak mencari barang-barang berharga yang mungkin tersisa, dan warga lain yang membantu menolong memadamkan kebakaran.









Ruko-ruko yang terbakar,













tampak dari kejauhan besar api













proses pemadaman yang dilakukan Warga di lokasi kebakaran












setelah kejadian kebakaran, Puluhan rumah toko dan kios itu kini sudah rata dengan tanah













Mari kita peka, peduli dan tolong saudara saudara kita yang mengalami cobaan ini

sumber foto, Video & informasi : Kapuas Hulu Peduli
http://www.antara-sumbar.com/
http://uduns.blogspot.com/
Enuf Chivasa Znuf

Kamis, 18 Februari 2010

Suara hati

Seiring dengan dekatnya pemilihan bupati & wakil bupati di putussibau,nih ada foto dari Saya sebut saja "bunga" :) seorang empunya blog sederhana yang ingin mewakili suara,hak, dan aspirasi rakyat,mewakili rakyat punya mobil mungkin? atau punya rumah? hee ( maaf saya ngarang sendiri)
dari repuiblik Mimpi siang hari

di dedikasikan untuk meramaikan pemilihan bupati & wakil aje...hanya tuangan pemikiran kreatif si pemuda desa seperti saya.
maaf klw ada salah2 kata....mohon maaf jgn di penjara ya saya,Mr or Mrs yg terhormat..

"Bukan yg sudah2 terus terjadi"
"jangan memotong keadilan,seperti potong bebek angsa"
"Demokrasi Rakyat Memipin,Bukan Uang"

seolah kita tidak pernah peduli pura buta dan pura tuli.. AmPun pemerintah :X

Selasa, 26 Januari 2010

"Beautiful sight of Putussibau"

Special Fotografer oleh :Petra Anderson
Penulis Amatir oleh :Alberto Deo Prawira

Pernahkah anda mengunjungi kota putussibau, kota mungil yang mempunyai keindahan alam. Selain keindahan alam yang menawan, Orang-orang Putussibau juga pasti akan memberi kalian Sambutan hangat. Walaupun kota mungil Putussibau tak seMegah kota lainnya dengan gedung2 yg tinggi, tapi putussibau hanya lah kota yang sedang berbenah diri membangun kota dan sumber daya alam dan meningkatkan sumber daya manusianya. pada saat sunrise & sunset anda dapat melihat kemolekan matahari dari sudut pandang yang pas,apalagi jika di temani secangkir kopi hangat atau berlibur bersama keluaraga.
apabila mempunyai banyak waktu atau libur panjang, anda berkesempatan untuk menikmati suasana di daerah desa (tempat2 wisata) dengan lapisan ozon yang masih sejuk.
di putussibau kita bisa menikmati cita rasa alam yang menawan, anugerah dai Tuhan.

Jembatan yang tak lelah, meskipun hidup ini keras,rumit dan sulit

semoga keindahan alam takkan pernah pudar, until next generation

tak kalah menarik dari kota lain,hee

menawrkan keindahan alam untuk melihat matahari terbenam

cita rasa arsitektur gereja yang menawan

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)