TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights] #IBAN


Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights]. Beserakup sereta besaup Ngetan Ke Menua.
Big Thank you for everyone you're the best, God Bless.
Cameraman : Deo & Ricky.  Edited by : Deo Music by :Terra Sacra Time Lapses - Sacred Earth Around the World #Iban #DayakIban #Kalimantan #Sarawak #Borneo #NgetanKeMenua #Ibanceremonies

Support by : borndeo.com

Born DEO for BORNEO

This life is an episode. We only have 3 episodes of life: yesterday, today and tomorrow. 2 minute video "Born DEO for BORNEO" please see the video at:

is a special episode of the children born from the womb of a mother on the island of Borneo.
dedicated to the ancestors in the jungle wherever located, from the Amazon jungle to the jungle of Borneo and all ancestors throughout the universe. The rain forest is the most precious treasure for our earth. 5 lungs of the world: the Amazon Forest, the Kinabalu National Park, Sapo National Park, Forest Alaska, Daintree. we did not inherit this universe than our ancestors, but borrow it from our children, then we have to return it intact. I'll see you again, if tomorrow will never come, then life just today and yesterday. 

hidup ini adalah sebuah Episode. kita hanya mempunyai episode hidup 3 hari saja: kemarin, hari ini dan besok. Video 2 menit "Born DEO for BORNEO" merupakan episode spesial dari seorang anak yang terlahir dari rahim seorang Ibu di pulau Borneo. di Persembahkan untuk para leluhur di rimba di manapun berada dari rimba Amazone sampai rimba Borneo dan semua leluhur di seluruh penjuru Alam semesta. Hutan hujan ialah harta yang paling berharga buat bumi kita. 5 paru-paru dunia : Hutan Amazone, Taman Nasional Kinabalu, Taman Nasional Sapo, Hutan Alaska, Daintree. kita tidak mewarisi alam semsesta ini dari para leluhur kita, tapi meminjamnya dari anak cucu kita, maka kita harus mengembalikannya secara utuh. sampai jumpa lagi jika hari besok tak akan datang, maka hidup hanya hari ini dan kemarin

BORN FOR THIS || BORNDEO.COM


Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga  DAYAK IBAN  di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]

Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat  di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya  akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.
Support by : borndeo.com 

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"



DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"

20 Juni 2015. DBNA Hall, Jalan Kumpang, Off Jalan Ong Tiang Swee, Kuching.

The ‘Dayak Cultural Festival’ hosted by Sarawak Dayak Graduates Association (SDGA) in collaboration with Dayak National Congress (DNC) could be seen as a melting pot for all Dayak communities across Borneo.

The inaugural two-day event, which concluded yesterday, was also a platform for these communities to foster resilient relationship with one another through their rich culture and tradition.

Delegates came from here, West Kalimantan and Sabah.
Read more
Camera & Edited by : Alberto Deo Prawira
#DAYAK #CULTURAL #FESTIVAL #KUCHING #SARAWAK #MALAYSIA #KALIMANTAN #BORNEO

Support by : borndeo.com 

Selasa, 01 September 2015

MY TREE MY LIFE MY FAMILY



POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia

Rabu, 24 Oktober 2012

Buku: Dayak di Ujung Pena mahasiswa

Adil ka'Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata.
Tabi',........

oleh Iwan Djola pada 24 Oktober 2012 pukul 11:04 

cover depan
Dalam PSBDK 2012 yang baru saja usai, setelah acara Workshop dan diskusi "Bidai dan Kontribusinya bagi Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Dayak" pada tanggal 20 Oktober 2012, di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM Yogyakarta. (pembicara dalam diskusi dan Workshop tersebut adalah Dr.Yulianus.S.Hut,.M.Si dan Agung Wicaksono,.S.Sn,.M.Sn).
Telah di Luncurkan sebuah Buku;  Dayak Di Ujung Pena Mahasiswa. Yang diluncurkan Oleh Ketua Ikatan  Alumni Yogyakarta JC.Oevaang Oeray, bapak Frans Mecer.Di dampingi Ketua Panitia, Ketua Seber dan pembicara Diskusi serta seluruh peserta Diskusi dan Workshop.


Buku ini merupakan kompilasi 15 Karya terbaik Lomba Esai pada Pesta Seni dan Budaya Dayak se- Kalimantan IX tahun 2011  yang bertemakan:   KEUNIKAN BUDAYA DAYAK DI MATA GENERASI MUDA. Lomba ini direncanakan diadakan 2 tahun sekali. Juri adalah 2 orang akademisi yaitu : Yustiana Kameng, S.Pd dan Yohanes M.V.Mudayen, S.Pd,.M.Sc


Berikut penulis dan judul tulisan  :
  • Willibrodus Himang dan Cornel Dimas  : Hudoq Dalam Pusaran Arus Modernsasi
  • Dendi Tri Suarno  : Budaya Rumah Betang Simbol Kebersamaan Kehidupan Suku Dayak
  • Alberto Deo Prawira : Bujang Dara Gawai di Era Modernisasi
  • Antonia Yunita Fitria    : Rumah Betang Dulu dan Sekarang
  • Aprima Rolis Yandi Oga: Eksplorasi budaya Dayak lewat Tari Kreasi
  • Michael Yoga Anes: Religi masyarakat Dayak Kanayatn : Fenomena Peralihan   Dari kepercayaan lama ke Kepercayaan baru
  • Thomy Ivan Delas: Tari Kreasi Versus tari Tradisional
  • Kanchilkus   : Nupe'ng di Suku Dayak Tuba Ujunk Di Kab Sanggau
  • Dellis Pratika & Riza mahendr : Iwurung Jue Simbol kesetiaan masyarakat suku Dayak Maanyan                       
  • Marsi Marina Opat :  Memudarnya penggunaan Bahasa Dayak di kalangan mahasiswa daerah
  • Stevania Wita : Gawai Dayak, mempertegas Identitas Budaya Dayak
  • Carolina Yulent Carlen   : Babansir, Upacara Adat Sakral Dayak Pesaguan
  • Yunita Lesi :  Manakah Budaya Dayak yang Sangat Membanggakan?
  • Maria Theresa : Pentingnya Pelestarian Hutan kalimantan Dalam menjaga eksistensi budaya Dayak
  • Agustinus Karnoto- Petrus Ryan Pramono - J.Pangureres :  Nyangahatn : Mantra kepada Penguasa alam atas dan alam bawah dalam menjaga Hamonisasi
Buku ini diterbitkan atas kerjasama Panitia PESTA SENI BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN IX 2011, Forum  BEDAYONG (KAB.KETAPANG) dan LEMBAGA STUDI DAYAK ( LSD ) MAHASISWA YOGYAKARTA.

Editor                    : Iwan Djola dan Bona Ventura
Lay Out                 : Darwis Alfonsus
Cover                    : Martinus Viktor
Tim Penyusun         : Frederikus Suarezzaga, Mic.Yoga Anes, Teofilus Amdrika, Liberto Een, Elias Heru Cahyono, Fendy Raise, Fornestor Mindaws, Agung Eko A.

Isi di awali dengan kata Sambutan dari bapak Drs. Henrikus, M.Si selaku Bupati Kab. Ketapang
dan Ketua panitia PSBDK IX 2011, Ketua Forum mahasiswa Bedayong, dan Ketua LSD mahasiswa Yogyakarta.


Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi menyebabkan pengetahuan akan budaya suku Dayak mulai berkurang dan akhirnya terlupakan. Saat ini, sebagian besar generasi muda tidak mengenal lagi kekayaan dan keberagaman budaya Dayak yang dahulu nenek moyang mereka wariskan.
 

Berangkat dari persoalan diatas, Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan ke IX di Yogyakarta berinisiatif untuk mengumpulkan gagasan dan pengetahuan generasi muda tentang budaya Dayak melalui lomba menulis esai dengan tema "Keunikan Budaya Dayak di Mata Generasi Muda" .

Semoga karya sederhana generasi muda ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk memelihara dan mencintai budaya (khususnya budaya Dayak) serta tradisi dan budaya beragam suku, etnik,  sebagai bagian penting dari ragam Indonesia yang utuh.


Anda berminat memilki, silahkan Hubungi Lembaga Studi Dayak (LSD) Mahasiswa Yogyakarta.
CP : Frederikus Suarezzaga : 085245842959, Michael Yoga : 081227791613  dengan harga RP. 30.000,- 

Hasil dari penjualan buku ini akan digunakan oleh Lembaga Studi Dayak (LSD) Mahasiswa Yogyakarta untuk mencetak ulang dan melaksanakan lomba yang kedua pada PSBDK XI 2013 yang akan datang.


"Bidai dan Kontribusinya bagi Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Dayak"
Salam dan  hormat kami semua.

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)