TONGKAT ESTAFET PUTUSSIBAU

hingga nanti tongkat estafet ini akan di teruskan lagi oleh generasi muda, Sampai nanti masa lalu kan menjadi sejarah para leluhur ,dan yang akan datang kan menjadi misteri sang inspirasi muda, perlahan berjalan mencari garis finish yang belum terlihat....
Tampilkan postingan dengan label Iban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iban. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Nyanyian : Anak-anak Sungai Utik (Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai)


Support by : borndeo.com

Kami Anak-anak Sungai Utik
di besarkan dar Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii.......   Sungguh Gembira.
Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai
Demi UNTUNG Sementara.

Selasa, 28 Juni 2016

BUKIT TILUNG JALAN PARA ROH LELUHUR KE SURGA (BATANG MANDAI)

Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Bukit Tilung mempunyai tinggi 1.112 meter dari permukaan laut dan terletak di Desa Nanga Raun di Kabupaten Kapuas Hulu. Desa Nanga Raun berada di aliran sungai Manday yang di diami oleh suku Dayak Orung Da'an.

Ada sebuah kepercayaan dari suku Dayak Orung Da'an,  bahwa di bukit Tilung konon para arwah orang Dayak yang meninggal akan berkumpul di Bukit Tilung untuk menuju jalan ke Surga,  dan cerita ini sama dengan Dayak Iban di Sarawak konon para leluhur mereka turun dari Bukit Tilung maka ketika mereka meninggal arwah mereka akan kembali lagi menuju ke Bukit Tilung bersama Para Leluhurnya.

Dayak di Kapuas Hulu ( Group Banuaka : Taman, Kalis, Peniung, Tamambaloh, dsb) juga berkiblat ke Bukit Tilung. Dalam Kepercayaan Suku Taman Kapuas, orang yang telah meninggal maka mereka tarikan dan diiringi taba (instrumen kematian) agar arwah nya samapi ke Bukit Tilung.

Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo


Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan  kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang  saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.

Tatto di Rumah Betang Sungai Utik  dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.

Rabu, 02 September 2015

Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights] #IBAN


Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights]. Beserakup sereta besaup Ngetan Ke Menua.
Big Thank you for everyone you're the best, God Bless.
Cameraman : Deo & Ricky.  Edited by : Deo Music by :Terra Sacra Time Lapses - Sacred Earth Around the World #Iban #DayakIban #Kalimantan #Sarawak #Borneo #NgetanKeMenua #Ibanceremonies

Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]

Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat  di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya  akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.
Support by : borndeo.com 

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"



DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"

20 Juni 2015. DBNA Hall, Jalan Kumpang, Off Jalan Ong Tiang Swee, Kuching.

The ‘Dayak Cultural Festival’ hosted by Sarawak Dayak Graduates Association (SDGA) in collaboration with Dayak National Congress (DNC) could be seen as a melting pot for all Dayak communities across Borneo.

The inaugural two-day event, which concluded yesterday, was also a platform for these communities to foster resilient relationship with one another through their rich culture and tradition.

Delegates came from here, West Kalimantan and Sabah.
Read more
Camera & Edited by : Alberto Deo Prawira
#DAYAK #CULTURAL #FESTIVAL #KUCHING #SARAWAK #MALAYSIA #KALIMANTAN #BORNEO

Support by : borndeo.com 

Selasa, 01 September 2015

MY TREE MY LIFE MY FAMILY



POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia

KATEGORI

kapuas hulu (48) kalimantan barat (43) Wisata dan Budaya (29) Berita Hiburan (28) putussibau (25) DAYAK (16) Renungan (16) Budaya (10) Iban (9) Kalimantan (9) Dayak Iban (8) HPMDKH (7) Sungai Utik (7) Borneo (6) Dayak Iban Sungai Utik (6) Save Borneo (5) Sarawak (4) save culture (4) save dayak (4) save rainforest (4) Deo (3) Heritage (3) Indonesia (3) KB 1 (3) Malaysia (3) Rumah Panjang (3) Wisata (3) borndeo (3) plb badau (3) pos lintas batas negara (3) presiden joko widodo ke putussibau (3) tatto dayak (3) Adat (2) Alam (2) Culture (2) Dayak Kalimantan (2) Dayak Taman Kapuas (2) Dayak tribe (2) GUBERNUR KAL-BAR (2) Hutan (2) Hutan Adat (2) Kartun Borneo (2) Melapi (2) Pilkada Kalimantan Barat (2) Rumah Betang (2) YOGYAKARTA (2) lagu Dayak (2) save earth (2) (PSBDK (1) 2012) (1) Asian Arowana (1) BATAS (1) BUKU (1) Benua Tengah (1) Bukit Kelingkang (1) Cornelis (1) Dayak di Ujung Pena Mahasiswa (1) Ensebang Plaik (1) Events (1) Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun (1) GOLPUT (1) Gawai (1) Gubernur Kalbar (1) Indonesia. (1) Kalimantan Dayak Iban (1) Kartun Dayak (1) Keling (1) Keling Kumang (1) Kumang (1) Long House (1) Lunsa Hilir (1) Lunsa Hulu (1) Mahasiswa Dayak (1) Mamandung (1) Mamasi (1) Menua (1) Native (1) PAC (1) PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (1) PSBDK (1) Pesta Seni Budaya Dayak ke X (1) Putussibau Art Community (1) RAA MAMANDUNG (1) Rainforest (1) Save (1) Sayut (1) Sclerepages Formosus (1) TNBK (1) TNDS (1) Tamambaloh (1) Travel (1) West Kalimantan (1) arwana sentarum (1) badau (1) batang mandai (1) big tree (1) bukit tilung (1) dayak kayaan (1) gawai dayak (1) gereja mendalam (1) ikan arwana super red (1) jokowi ke plb badau (1) kayaan (1) landmark (1) masyarakat adat (1) mendalam (1) sauwe (1) silok (1) taman kapuas (1) upacara 17 agustus putussibau kapuas hulu (1)