Senin, 20 Januari 2014

Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun


Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun merupakan acara tahunan, yang di laksanakan di Lanjak Kalimantan Barat Indonesia.

Pembukaan Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2013 di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta Instansi yang terkait dan Warga yang sangat amat antusias menyaksikan acara tersebut, Oh ya ada juga Dayak yang berasal dari Sarawak Malaysia juga hadir melihat kemeriahan acara ini.

Kita juga bisa melihat keberagaman Budaya yang ada dalam pembukaan acara tersebut. Budaya Melayu, Budaya Dayak Iban, Dayak Tamam Embaloh dan Sub Suku Dayak Lainnya berkumpul bersama-sama mempromosikan budaya dan melestarikannya.

Selamat Menyaksikan, sampai jumpa di Festival Danau Sentarum & Betung Kerihun 2014.

Cameraman & Edited by : ALBERTO DEO PRAWIRA

Rabu, 24 Oktober 2012

Buku: Dayak di Ujung Pena mahasiswa

Adil ka'Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata.
Tabi',........

oleh Iwan Djola pada 24 Oktober 2012 pukul 11:04 

cover depan
Dalam PSBDK 2012 yang baru saja usai, setelah acara Workshop dan diskusi "Bidai dan Kontribusinya bagi Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Dayak" pada tanggal 20 Oktober 2012, di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM Yogyakarta. (pembicara dalam diskusi dan Workshop tersebut adalah Dr.Yulianus.S.Hut,.M.Si dan Agung Wicaksono,.S.Sn,.M.Sn).
Telah di Luncurkan sebuah Buku;  Dayak Di Ujung Pena Mahasiswa. Yang diluncurkan Oleh Ketua Ikatan  Alumni Yogyakarta JC.Oevaang Oeray, bapak Frans Mecer.Di dampingi Ketua Panitia, Ketua Seber dan pembicara Diskusi serta seluruh peserta Diskusi dan Workshop.


Buku ini merupakan kompilasi 15 Karya terbaik Lomba Esai pada Pesta Seni dan Budaya Dayak se- Kalimantan IX tahun 2011  yang bertemakan:   KEUNIKAN BUDAYA DAYAK DI MATA GENERASI MUDA. Lomba ini direncanakan diadakan 2 tahun sekali. Juri adalah 2 orang akademisi yaitu : Yustiana Kameng, S.Pd dan Yohanes M.V.Mudayen, S.Pd,.M.Sc


Berikut penulis dan judul tulisan  :
  • Willibrodus Himang dan Cornel Dimas  : Hudoq Dalam Pusaran Arus Modernsasi
  • Dendi Tri Suarno  : Budaya Rumah Betang Simbol Kebersamaan Kehidupan Suku Dayak
  • Alberto Deo Prawira : Bujang Dara Gawai di Era Modernisasi
  • Antonia Yunita Fitria    : Rumah Betang Dulu dan Sekarang
  • Aprima Rolis Yandi Oga: Eksplorasi budaya Dayak lewat Tari Kreasi
  • Michael Yoga Anes: Religi masyarakat Dayak Kanayatn : Fenomena Peralihan   Dari kepercayaan lama ke Kepercayaan baru
  • Thomy Ivan Delas: Tari Kreasi Versus tari Tradisional
  • Kanchilkus   : Nupe'ng di Suku Dayak Tuba Ujunk Di Kab Sanggau
  • Dellis Pratika & Riza mahendr : Iwurung Jue Simbol kesetiaan masyarakat suku Dayak Maanyan                       
  • Marsi Marina Opat :  Memudarnya penggunaan Bahasa Dayak di kalangan mahasiswa daerah
  • Stevania Wita : Gawai Dayak, mempertegas Identitas Budaya Dayak
  • Carolina Yulent Carlen   : Babansir, Upacara Adat Sakral Dayak Pesaguan
  • Yunita Lesi :  Manakah Budaya Dayak yang Sangat Membanggakan?
  • Maria Theresa : Pentingnya Pelestarian Hutan kalimantan Dalam menjaga eksistensi budaya Dayak
  • Agustinus Karnoto- Petrus Ryan Pramono - J.Pangureres :  Nyangahatn : Mantra kepada Penguasa alam atas dan alam bawah dalam menjaga Hamonisasi
Buku ini diterbitkan atas kerjasama Panitia PESTA SENI BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN IX 2011, Forum  BEDAYONG (KAB.KETAPANG) dan LEMBAGA STUDI DAYAK ( LSD ) MAHASISWA YOGYAKARTA.

Editor                    : Iwan Djola dan Bona Ventura
Lay Out                 : Darwis Alfonsus
Cover                    : Martinus Viktor
Tim Penyusun         : Frederikus Suarezzaga, Mic.Yoga Anes, Teofilus Amdrika, Liberto Een, Elias Heru Cahyono, Fendy Raise, Fornestor Mindaws, Agung Eko A.

Isi di awali dengan kata Sambutan dari bapak Drs. Henrikus, M.Si selaku Bupati Kab. Ketapang
dan Ketua panitia PSBDK IX 2011, Ketua Forum mahasiswa Bedayong, dan Ketua LSD mahasiswa Yogyakarta.

cover belakang
Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi menyebabkan pengetahuan akan budaya suku Dayak mulai berkurang dan akhirnya terlupakan. Saat ini, sebagian besar generasi muda tidak mengenal lagi kekayaan dan keberagaman budaya Dayak yang dahulu nenek moyang mereka wariskan.
 

Berangkat dari persoalan diatas, Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan ke IX di Yogyakarta berinisiatif untuk mengumpulkan gagasan dan pengetahuan generasi muda tentang budaya Dayak melalui lomba menulis esai dengan tema "Keunikan Budaya Dayak di Mata Generasi Muda" .

Semoga karya sederhana generasi muda ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk memelihara dan mencintai budaya (khususnya budaya Dayak) serta tradisi dan budaya beragam suku, etnik,  sebagai bagian penting dari ragam Indonesia yang utuh.


Anda berminat memilki, silahkan Hubungi Lembaga Studi Dayak (LSD) Mahasiswa Yogyakarta.
CP : Frederikus Suarezzaga : 085245842959, Michael Yoga : 081227791613  dengan harga RP. 30.000,- 

Hasil dari penjualan buku ini akan digunakan oleh Lembaga Studi Dayak (LSD) Mahasiswa Yogyakarta untuk mencetak ulang dan melaksanakan lomba yang kedua pada PSBDK XI 2013 yang akan datang.


"Bidai dan Kontribusinya bagi Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Dayak"
Salam dan  hormat kami semua.

Jumat, 19 Oktober 2012

PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (PSBDK 2012)





PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN X 2012 (PSBDK 2012)
di laksanakan pada tanggal 18 s/d 20 Oktober 2012, di gedung Koesnadi Hardjasoemantri, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dari pukul 09.00-22.00 WIB.


Tema PSBDK X 2012 adalah "Aktualisasi Spirit Kearifan Tradisi Bagi Pemahaman Budaya Dayak Antar Generasi".
Dalam Pesta seni ini digelar salah satu kegiatan yang paling di tunggu-tunggu yaitu "Malam Festival Tari Kreasi Dayak" dan salah satu pesertanya yang merupakan wakil dari Kapuas Hulu adalah  Himpunan Pelajar Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu (HPMDKH).
Himpunan Pelajar Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu
 di acara malam festival Tari Kreasi Dayak
HPMDKH  menampilkan Tari Kreasi yang menceritakan :

tentang legenda sape yang bercerita asal mula sape. Pada jaman dahulu ada seorang pemuda  pernah melihat putri dari kayangan (negeri di atas langit) dan mendengar suaranya dan puteri tersebut pergi kembali ke kayangan dan tidak kembali dan seorang pemuda tersebut bingung dan merindukan perempuan tersebut, sehingga pemuda tersebut menciptakan alat musik yang disebut Sape yang merupakan alat musik petik, karena untuk mengigatkan suara merdu sang puteri dari kayangan.

teman-teman dari Kapuas Hulu juga datang menyaksikan acara festival tari tersebut, mari kita lihat foto nya, cek it out :

Pelajar  Kapuas Hulu pada saat  Malam  Festival Tari Kreasi Dayak.
Datang memberi dukungan bagi Tim Penari HPMDKH
** untuk  teman-teman yang lain yang sudah datang dan mendukung jangan marah ya, poto nya belum di pajang di blog ini, ada giliran nya lho .....

Rabu, 12 September 2012

PAC (Putussibau Art Community)

PAC Siapakah mereka? Mungkin anda bingung dan bertanya tanya
Apa yang mereka lakukan?
Pesan apa yang ingin PAC sampaikan lewat karya nya? Anda pasti ingin tahu

Jiwa muda boleh liar tapi ekspresi mereka akan seni sungguh amat bersahabat dengan  tujuan yang positif. Suatu Komunitas yang mencintai seni dan mereka telah lahir dari rahim para jiwa seni di kota mungil kami. Ucapkan selamat datang untuk Mereka : " Selamat Datang PAC" berkreasi, berkreatifitas, berinovasi adalah cara mereka.

PAC ( Putussibau Art Community ) sebuah komunitas yang lahir di kota mungil  Putussibau (Kapuas Hulu) , Mereka adalah kumpulan dari pencinta seni yang  ingin terus berkarya dengan jiwa-jiwa seni , dengan jiwa seni mereka semangat ingin membangkitkan seni di daratan kota mungil yang membuat mereka tumbuh dan berkembang Putussibau Kapuas Hulu.

Sekilas tentang unsur musik yang dimainkan oleh PAC, yaitu perkusi instrumental yang terdiri dari cajon, jimbe, gamelan kecil, snare drum , 3 lead guitar dan 1 bas , diiringin 5-6 vokal grup . video ini di buat oleh salah satu komunitas photographer yang ada di Putussibau yaitu Menyadik Art, bagaimana di video ini terkonsep berbagai gabungan seni modern yang ada di Putussibau, seperti boys, skateboard, Bmx, dfreerunnning, beatbox

PAC mengajak Anda bersama membangunkan jiwa seni yang masih tertidur untuk kembali bangkit , memajukan segala seni dan budaya yang ada di kota tercinta kita ini, Putussibau (Kapuas Hulu).

writer : Awick and Deo


FRIEND'S